Sangat Berbahaya Jika Makan Daging Merah Berlebihan Bisa Memicu Penyakit ini!

waktu baca 3 menit
Animasi Daging Merah. FOTO: pinterest.com/RAKCER.ID

CIREBON, RAKCER.ID – Temuan penelitian menunjukkan bahwa memakan daging merah secara berlebihan dan berkelanjutan dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit ginjal stadium akhir.

Jenis daging merah, seperti daging sapi dan domba, tetap dapat dimasukkan dalam pola makan yang sehat. Meskipun demikian, penting untuk membatasi jumlah konsumsi.

Merujuk pada laporan dari Medical News Today, American Institute for Cancer Research merekomendasikan agar memakan daging merah tidak melebihi 18 ons per minggu.

Baca Juga:
Nokia N70 5G 2023 Hadir dengan Spesifikasi Flagship dan Harganya Gak Nguras Isi Dompet!
Prediksi Manchester United vs Wolves di Premier League Musim 2023/2024: MU Bakal Raih Kemenangan Perdana?

Lalu bagaimana jika melebihi porsi yang telah ditentukan? simak artikel berikut.

Akibat Memakan Daging Merah yang Berlebih

Memakan daging merah yang melebihi jumlah tersebut terkait dengan risiko terkena kanker tertentu, termasuk kanker perut.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam JAMA pada tahun 2012 menemukan bahwa konsumsi daging merah berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan risiko kematian akibat kanker.

Selain berkontribusi pada risiko penyakit kardiovaskular dan kanker, memakan daging merah juga dikaitkan dengan potensi penyebab penyakit ginjal.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Woon-Puay Koh memeriksa data dari Singapore Chinese Health Study yang melibatkan lebih dari 63.000 orang dewasa berusia 45-74 tahun.

Data ini kemudian dihubungkan dengan catatan di Singapore Renal Registry yang mencatat kasus penyakit ginjal stadium akhir (ESRD).

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran berbagai sumber protein terhadap kesehatan ginjal. Koh menjelaskan, “Tujuan kami adalah memberikan panduan yang akurat bagi pasien penyakit ginjal kronis dan masyarakat umum yang prihatin terhadap kesehatan ginjal terkait jenis atau asal protein yang dikonsumsi.”

Sebagai informasi tambahan, di Cina, sumber utama daging merah adalah daging babi, yang menyumbang sekitar 97% dari asupan daging merah.

Sumber protein lain yang umum adalah telur, susu, kerang, ikan, kedelai, kacang-kacangan, dan unggas. Partisipan dalam penelitian ini dipantau selama rata-rata 15,5 tahun.

Selama periode tersebut, tercatat 951 kasus penyakit ginjal tahap akhir, yang menunjukkan adanya tren yang jelas.

Ditemukan bahwa memakan daging merah berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal tahap akhir yang sebanding dengan dosisnya.

Individu yang mengonsumsi daging merah dalam jumlah tertinggi (lebih dari 25% dari total konsumsi protein) memiliki risiko 40% lebih tinggi untuk mengalami penyakit ginjal tahap akhir dibandingkan dengan mereka yang memakan daging merah kurang dari 25% dari total konsumsi protein.

Tinggalkan Balasan