Pemkab Majalengka Usulkan KH Abdul Chalim Pahlawan Nasional

KH Abdul Chalim
KOORDINASI. Masyarakat Leuwimunding menggelar pertemuan di aula kecamatan untuk mengusulkan KH Abdul Chalim sebagai pahlawan nasional. rakcer.id
0 Komentar

Rois Am MWC NU Leuwimunding, kiai Maman Faturohman mengungkapkan pihaknya sudah dari dulu mengusulkan KH Abdul Chalim Bin Kedung Wangsa Gama agar menjadi pahlawan Nasional.

“PC Ansor Leuwimunding sejak tiga tahun lalu sudah mengusulkan agar Mbah (Abdul Chalim) menjadi pahlawan Nasional. Kiprahnya beliau sudah tidak diragukan lagi,” ujarnya.

“Selain pendiri NU juga mampu menyatukan para kiai dari berbagai sudut atau titik daerah di tanah air,” ungkap Maman di sela musyawarah bersama Muspika kecamatan Leuwimunding.

Baca Juga:Proliga 2023 Milik Bandung bjb Tandamata, Fans Kecewa Penghargaan IndividuBandung bjb Tandamata Tempel Jakarta Electric PLN, Ini 4 Gelar Proliga Milik Mereka

Menurut dia, Mbah Abdul Chalim yang sebelumnya menjabat pengurus Syuriah sebagai Naibul Katib selalu bersilaturahmi kepada para tokoh agama atau pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) di berbagai daerah di Indonesia.

Perlu diketahui, KH Abdul Chalim wafat pada 11 April 1972. Beliau merupakan sosok ulama dan pejuang sekaligus pendiri NU, yang dimakamkan di Kompleks Pesantren Sabilul Chalim di Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka.

Dalam catatan sejarah, Kiai Chalim sangat dekat dengan KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah pendiri NU. Dia merupakan orang kepercayaan kedua ulama NU terkemuka tersebut. Sejarah lain mencatat, bahwa Kiai Chalim memiliki peran dalam berdirinya Komite Hijaz dan NU.

Saat itu almarhum menjadi komunikator kunci antara para alim ulama terkemuka di seluruh Jawa dan Madura. Almarhumlah yang membuat surat undangan dan kemudian dikirimkan kepada para ulama dalam rangka pembentukan Komite Hijaz dan NU.

Di periode pertama kepengurusan PBNU, Kiai Abdul Chalim dipercaya sebagai Katib Tsani (Sekteratis Dua).

Kiai Chalim menjalankan amanahnya ini bersama KH Abdul Wahab Hasbullah yang menjadi Katib Awal (Sekretaris Pertama). Sedangkan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari saat itu menjadi Rais Akbar. (hsn)

0 Komentar