Mereka adalah predator nokturnal yang memakan invertebrata seperti cacing tanah, siput, dan serangga.
Habitat salamander lumpur raksasa Amerika adalah dataran banjir dan rawa di bagian tenggara Amerika Serikat.
5. Bolitoglossa occidentalis
Bolitoglossa occidentalis adalah salamander mini endemis pulau Jamaika Sesuai namanya, mereka bergerak sangat lambat, hanya sekitar 1 cm per menit. Mereka memiliki tubuh ramping berwarna coklat atau hitam dengan panjang maksimal 6 cm.
Baca Juga:Harus Kamu Coba Nih 5 Makanan Khas Toraja, Wajib Kamu Coba Ketika Berwisata ke Toraja Kamu Ingin Tahu Apa yang Kucing Kamu Mau, 3 Cara Memahami Bahasa Kucing
Salamander bergerak lambat hidup di lantai hutan yang lembab dan memakan invertebrata kecil seperti serangga dan kutu.
Saat terancam, mereka akan mengeluarkan lendir lengket berwarna putih dari ekornya.
Kelima jenis salamander ini hanyalah sebagian kecil dari sekitar 600 spesies salamander yang ada di dunia.
Mereka menghuni berbagai habitat, dari aliran sungai pegunungan yang dingin hingga hutan hujan tropis yang lembab.
Salamander memegang peranan penting dalam ekosistem dengan membantu mengontrol populasi invertebrata.
Selain itu, kemampuan regenerasi mereka yang luar biasa sedang dipelajari oleh para ilmuwan untuk memahami bagaimana jaringan tubuh dapat diperbaiki.
Meskipun beberapa spesies salamander dipelihara sebagai hewan peliharaan eksotis, penting untuk diingat bahwa salamander adalah satwa liar yang dilindungi.
Baca Juga:Kamu Memiliki Anak Anjing, Resep Makanan Untuk Anak Anjing Kegemaran Masyarakat Luas, 4 Fakta Ikan Kembung
Mereka memiliki kebutuhan habitat khusus dan tidak selalu cocok untuk dipelihara di penangkaran.
Nah itu tadi adalah 5