Bagaimana Cara Mengatasi Functional Freeze?
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah untuk menilai apakah yang kamu alami adalah functional freeze atau sekadar kelelahan biasa.
“Jika tanda-tanda functional freeze yang kamu hadapi adalah membutuhkan beberapa kali tombol “snooze” sebelum bangun, beristirahat sejenak sebelum rapat, atau menenangkan diri beberapa menit sebelum bertemu keluarga, maka tidak perlu khawatir,” jelas Serani.
Namun, jika kondisi ini berlanjut lebih lama, seperti berjam-jam yang berubah menjadi berhari-hari atau berminggu-minggu, ada kemungkinan kamu mengalami isu terkait trauma yang lebih serius.
Baca Juga:Indonesia Menjadi Salah Satunya! 5 Kerusakan Alam dan Bencana Terbesar di Dunia Akibat Perbuatan ManusiaKalimat Ini Selalu Diucapkan Orang Cerdas dengan Empati Tinggi Menurut Psikologi
“Mendapatkan bantuan dari profesional kesehatan mental yang berpengalaman dapat membantu mengurangi dampak functional freeze dalam hidupmu,” ungkap Serani.
Selain itu, bergerak merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi functional freeze.
“Jika kamu merasa akan mengalami respons beku, coba tenangkan diri dengan menjelaskan secara jelas apa yang kamu lihat, mendengarkan suara di sekitar, mengunyah permen mint atau permen keras lainnya, menyentuh benda yang menenangkan, atau menggunakan mainan fidget,” kata Taylor.
Dalam praktiknya sebagai pelatih somatik, Tenuto mengajarkan tentang “gerakan kecil yang signifikan”, seperti menarik telinga dan menggerakkannya ke atas atau ke bawah di sepanjang telinga. Kegiatan ini bisa merangsang saraf vagus dan memberikan tambahan energi.
Di akun TikTok-nya, Tenuto juga menunjukkan latihan terapi somatik seperti menyentuh dagu dan memutar kepala perlahan dari sisi ke sisi, serta bergoyang lembut ke kiri selama satu menit kemudian ke kanan, yang bisa mengurangi kecemasan.
Mengubah pemandangan juga mampu memberikan perbaikan, lho. Bahkan berjalan selama 20 menit di sekitar lingkungan rumah dapat membantu dalam memproses emosi, menurut Tenuto.