98 Titik CCTV di Kota Cirebon Sudah Terintegrasi, Bisa Diakses Masyarakat Umum

Pemkot Cirebon
Pemkot Cirebon, melalui DKIS mengembangkan program Cirebon Mata Hatiku, 98 titik CCTV sudah terintegrasi dan bisa diakses umum oleh masyarakat. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER
0 Komentar

CIREBON – Sebagai salahsatu daerah yang sudah mencanangkan program Smart City, Kota Cirebon terus memaksimalkan potensi kemajuan teknologi untuk pengelolaan system pemerintahan. Salahsatunya dari sisi pemantauan wilayah.

Saat ini, Pemkot Cirebon, melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) sudah memperkuat system pemantauan kota melalui program Cirebon Mata Hatiku.

Cirebon Mata Hatiku ini merupakan akronim dari Memantau Kota Penuh Bahagia dengan CCTV-ku, yang menjadi bagian dari pendukung Kota Cirebon sebagai Smart City.

Baca Juga:SD CIS Full Day Dinobatkan Sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2025Untuk Sementara, Een Rusmiyati Tambal Jalan Pakai Uang Pribadi

Pemantauan wilayah secara terintegrasi melalui kamera pantau ini merupakan upaya pemerintah untuk menghadirkan rasa aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat di ruang-ruang public, dimana situasi di ruang public bisa dipantau secara langsung dan real time dengan memanfaatkan teknologi Closed Circuit Television (CCTV) yang terintegrasi.

Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa menyampaikan bahwa Cirebon Mata Hatiku ini memang dirancang sebagai sistem pemantauan kota yang terbuka, sehingga tak hanya oleh pemerintah, kasesnya dibuka untuk bisa dipantau oleh masyarakat secara umum.

Simplenya, saat ini, masyarakat bisa mengakses CCTV di ruang-ruang public Kota Cirebon menggunakan gadgetnya sendiri hanya dengan satu kali klik.

Cirebon Mata Hatiku ini dikembangkan berdasarkan Peraturan Walikota Cirebon Nomor 33 tahun 2018 tentang Penyediaan dan Pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) pada Instansi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat di Wilayah Kota Cirebon.

Regulasi inilah yang menjadi dasar kolaborasi lintas sektor dalam penguatan keamanan dan ketertiban ruang publik berbasis teknologi berupa kamera pantau.

“Cirebon Mata Hatiku ini dikembangkan sebagai sistem pemantauan kota yang partisipatif. Jadi masyarakat bisa ikut memantau kondisi kotanya. Silahkan diakses, dan mari kita jaga bersama,” ungkap Ma’ruf.

Cirebon Mata Hatiku ini, lanjut Ma’ruf, terus dikembangkan, dimana saat ini, sudah ada 48 titik CCTV yang tersebar di berbagai lokasi strategis dan ruang public terintegrasi dalam program ini. Semua bisa dipantau secara real tima dan langsung dengan mengklik tautan yang disiapkan.

Baca Juga:Komisi III Dengarkan Keluhan 45 Satpam CSB yang DiberhentikanGabung Bareng Delegasi NasDem, Laurentia Mellynda Belajar Budaya di Tiongkok

Sepanjang tahun 2025 kemarin, dijelaskan Ma’ruf, Pemkot juga telah menambah dan memperluas sebaran CCTV baru sebanyak 50 titik yang tersebar di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Sukapura, Kelurahan Kebonbaru, dan Kelurahan Kesambi, sehingga total kamera yang terintegrasi sudah mencapai 98 titik.

0 Komentar