CIREBON – Setelah memulai menata keindahan kota dengan perbaikan-perbaikan infrastruktur jalan pada tahun 2025 lalu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon mulia membahas rencana penataan kabel-kabel optik yang masih berseliweran di jalan-jalna utama perkotaan.
Kondisinya sangat semrawut, bahkan, pada satu titik, bisa tertancap lebih dari 10 tiang yang menyangga kabel-kabel dari puluhan perusahaan penyedia jaringan internet tersebut.
Kondisi tersebut membuat keindahan perkotaan, seperti di jalan Kartini yang trotoarnya sudah ditata, plus dipasang hiasan PJU tidak terlalu terlihat mencolok karena untaian kabel optik menjulang disampingnya.
Baca Juga:98 Titik CCTV di Kota Cirebon Sudah Terintegrasi, Bisa Diakses Masyarakat UmumSD CIS Full Day Dinobatkan Sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2025
Pemkot pun mulai menyusun perencanaan untuk menata kabel-kabel yang tak indah dipandang mata tersebut.
Beberapa waktu lalu, Walikota Cirebon, Effendi Edo sudah mulai menyusun rencana teknis, dengan rapat bersama.
“Kita komitmen untuk menyingkirkan semrawutnya kabel udara, kita mulai dengan audiensi dan ekspose rencana penempatan jaringan utilitas fiber optik ini,” ungkap Edo.
Dijelaskan Edo, langkah ini bukan sekadar soal mempercantik sudut-sudut jalan kota, tapi juga menjadi upaya untuk mengembalikan estetika ruang publik agar warga bisa menikmati pemandangan kota dengan lebih leluasa dan bangga.
Direncanakan, kabel-kabel yang menjuntai dan semrawut di jalan protokol perkotaan ini, akan ditata dan dipindahkan ke bawah tanah dengan sistem ducting.
Jadi nanti dibawah tanah akan dibangun jalur jaringan kabel khusus, sehingga tidak berada di udara seperti saat ini.
“Fokus utama dari penataan infrastruktur telekomunikasi bawah tanah ini adalah menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas,” jelas Edo.
Baca Juga:Untuk Sementara, Een Rusmiyati Tambal Jalan Pakai Uang PribadiKomisi III Dengarkan Keluhan 45 Satpam CSB yang Diberhentikan
Dengan rencana pengalihan kabel-kabel ke sistem utilitas yang terintegrasi, kata Edo, diharapkan risiko gangguan fisik maupun kendala teknis layanan internet dapat diminimalisir secara signifikan, dan kenyamanan masyarakat serta keindahan kota bisa tetap terjaga.
“Jadi nanti warga Kota Cirebon tidak hanya disuguhkan lingkungan yang rapi, tetapi juga akses koneksi yang lebih stabil dan terjangkau,” kata Edo. (sep)
