CIREBON – Dari segi struktur, Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Cirebon didominasi oleh pemasukan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Melihat capaian hingga pertengahan tahun masih belum memenuhi target, Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio meminta kepada Pemkot untuk bekerja maksimal.
Tak hanya kepada Pemkot, ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat para Wajib Pajak (WP) untuk patuh dan menunaikan kewajibannya terkait perpajakan.
Baca Juga:Sukses Jadi Tuan Rumah, Kota Cirebon Rajai Porsenitas XIII Charly Van Houten Hipnotis Ribuan Penonton di Puncak Hari Jadi Cirebon
”Kalau kita lihat struktur PAD kita, terbesar itu selalu tiap tahun adalah PBB dan BPHTB. Jadi itu harus di gas,” ungkap Andrie.
Untuk PBB, lanjut Andrie, ia melihat masyarakat, terutama para WP besar belum menunaikan kewajiban pajaknya.
“Masyarakat kita yang besar ini belum belum masuk,” sebut Andrie.
Bahkan, melihat tahun sebelumnya, para WP cenderung menunggu adanya diskon atau potongan pajak, baru mereka membayar PBB yang SPT nya sudah dicetak oleh BPKPD.
“Masyarakat kita punya kecenderungan, mereka masih menunggu pola-pola tahun sebelumnya yang ada diskon 50 persen gitu kan di hari-hari besar di Cirebon. Kita imbau untuk segera membayarkan PBB-nya, tidak perlu lagi menunggu diskon-diskon karena tahun ini sudah tidak ada diskon lagi,” jelas Andrie.
Dulu, Pemkot memberi relaksasi pembayaran PBB karena ada kenaikan yang cukup tinggi, tapi sekarang, Perda PDRD sudah direvisi dan tarif PBB sudah disesuaikan kembali ke tarif sebelumnya, jadi tidak ada alasan tarif tinggi bagi pa WP.
“Jadi ya sudah tidak perlu ada diskon lagi, jadi silakan sekarang tidak perlu menunggu lagi nanti ada momen besar untuk diskon-diskon, segeralah untuk dibayarkan saja lah PBB-nya tahun ini,” ajak Andrie.
Sementara untuk BPHTB, Andrie melihat, praktek jual beli tidak lantas membuat masyarakat langsung melakukan balik nama, sehingga tidak kena kewajiban BPHTB.
Baca Juga:Kampanyekan Hidup Sehat Gembira, Cirebon Run 10K MeriahPemkot Cirebon Lepas Kontingen PORSENITAS XIII
“Balik namanya tuh dibuat nanti gitu. Itu yang jadi mempengaruhi. Nanti kita akan coba bekerja sama lah ya, bukan memanggil atau gimana, dengan para notaris-notaris di Kota Cirebon atau sekitaran Cirebon untuk segera bisa membaliknamakan. Sehingga nanti pendapatan itu akan bisa masuk gitu,” imbuh Andrie. (sep)
