CIREBON, RAKCER.ID – Pernah nggak, kamu merasa capek banget setelah mendengar cerita sedih teman, melihat berita bencana di media sosial, atau ikut merasakan penderitaan orang lain?
Kalau iya, bisa jadi kamu sedang mengalami empat empati melelahkan situasi di mana terlalu larut dalam emosi orang lain malah membuat diri sendiri stres.
Fenomena ini bukan cuma soal “kepedulian berlebihan”, tapi juga punya efek nyata bagi kesehatan mental, termasuk kecemasan, stres kronis, hingga burnout.
Baca Juga:Kenapa Kita Suka Baca Berita Negatif? Rahasia Otak di Balik Fenomena Doomscrolling5 Cara Ampuh Lepas dari Doomscrolling, Biar Hidup Lebih Tenang dan Tidur Nyenyak
Bahkan, di era digital sekarang, fenomena ini makin terasa akibat kebiasaan doomscrolling scrolling berita negatif tanpa batas yang bikin hati ikut terbebani.
Apa Itu Empati Melelahkan?
Empati melelahkan atau compassion fatigue adalah kondisi di mana seseorang menjadi sangat terbawa emosi orang lain sampai dirinya sendiri merasa kelelahan mental.
Biasanya terjadi pada pekerja sosial, psikolog, dan tenaga kesehatan yang rutin menghadapi penderitaan orang lain.
Pengguna media sosial aktif, yang terus-menerus mengikuti berita tragis, konflik, atau krisis kemanusiaan.
Ciri-cirinya meliputi perasaan lelah emosional, kesulitan fokus, sering merasa cemas, dan terkadang muncul rasa putus asa.
Hubungan Empati Melelahkan dengan Doomscrolling
Doomscrolling kebiasaan terus membaca berita negatif bisa memperparah empati melelahkan. Mengapa?
1. Overload informasi negatif: Otak dipaksa memproses berita sedih, konflik politik, atau bencana tanpa jeda.
Baca Juga:5 Instrumen Investasi untuk Merdeka Finansial di Masa TuaBahaya! Efek Doomscrolling pada Kesehatan Mental, Dari Cemas Berlebih sampai Overthinking Kronis
2. Kesulitan membedakan batas: Saat terus “menyerap” penderitaan orang lain, batas antara empati sehat dan emosional melelahkan jadi kabur.
3. Meningkatkan kecemasan: Setiap berita baru bisa memicu rasa cemas, bahkan sampai mengganggu tidur dan konsentrasi.
Singkatnya, doomscrolling bisa menjadi “bahan bakar” untuk empati melelahkan.
Padahal, kepedulian yang sehat seharusnya membuat kita bisa membantu, bukan malah membuat diri sendiri tersiksa.
Dampak Empati Melelahkan pada Kesehatan Mental
Kalau tidak ditangani, empati melelahkan bisa menimbulkan beberapa efek serius:
1. Stres kronis: Otak dan tubuh selalu berada dalam mode “waspada”.
2. Kecemasan berlebihan: Merasa terbebani oleh masalah orang lain sehingga susah rileks.
3. Burnout emosional: Kehilangan motivasi untuk peduli, merasa apatis, bahkan depresi ringan.