Empati Berlebihan Juga Melelahkan, Saat Peduli Terlalu Banyak Malah Bikin Mental Tersiksa

Empati Berlebihan Juga Melelahkan, Saat Peduli Terlalu Banyak Malah Bikin Mental Tersiksa
Cara mengatasi empati berlebihan. Foto: Pinterest/rakcer.id
0 Komentar

4. Gangguan tidur: Pikiran terus “memutar” masalah orang lain, bikin susah tidur.

Cara Mengatasi Empati Melelahkan

Beruntung, empati melelahkan bisa dikurangi dengan langkah-langkah sederhana:

1. Tetapkan batas emosional. Pilih informasi dan interaksi yang bisa ditangani tanpa membuat diri sendiri tersiksa.

Baca Juga:Kenapa Kita Suka Baca Berita Negatif? Rahasia Otak di Balik Fenomena Doomscrolling5 Cara Ampuh Lepas dari Doomscrolling, Biar Hidup Lebih Tenang dan Tidur Nyenyak

2. Kurangi doomscrolling. Batasi waktu membaca berita negatif, gunakan mode “screen time” atau notif terbatas.

3. Latih self-care. Meditasi, olahraga ringan, atau kegiatan yang bikin rileks bisa mengembalikan energi emosional.

4. Bagikan beban dengan teman atau profesional. Kadang curhat atau konseling bisa meringankan tekanan emosional.

5. Praktik empati sehat. Peduli tetap ada, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan mental diri sendiri.

Empati adalah kekuatan, tapi kalau berlebihan bisa menjadi jebakan. Terlalu larut dalam emosi orang lain, apalagi sambil doomscrolling berita negatif, dapat merusak kesehatan mental.

Ingat, peduli itu penting, tapi menjaga diri sendiri lebih penting lagi. Empati sehat berarti mampu menolong tanpa mengorbankan ketenangan pikiran. Jadi, mulai sekarang, tanyakan pada diri sendiri “Apakah kepedulian ini bikinku lebih baik atau malah lelah?”

0 Komentar