IAIN Cirebon Gencar Penguatan Pembelajaran Digital dengan Learning Management System

WhatsApp-Image-2024-02-16-at-09.00.00-1024x682.jpeg
PROGRESIF. IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Brainstorming dan Bedah Learning Management System (LMS) untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Luxton Hotel pada tanggal 15-16 Februari 2024. FOTO : IST/RAKCER.ID
0 Komentar

RAKCER.ID – IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus mengukuhkan diri sebagai lembaga pendidikan tinggi yang adaptif dan progresif. Salah satunya ditandai dengan kegiatan Brainstorming dan Bedah Learning Management System (LMS) untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

Acara berlangsung di Luxton Hotel pada tanggal 15-16 Februari 2024, dengan mengundang Tim Pengembang LMS dari PT Pilar Mizan. 

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Anne Hasbie (Jubir Menteri Agama),  Thobib Al-Asyhar (Kasubdit Ketenagaan), dan mas Yasik. 

Baca Juga:Pascasarjana IAIN Cirebon Sambut Mahasiswa Baru dengan Antusiasme dan InovasiInspektorat Jenderal Kemenag RI Raih Posisi Terbaik dalam Kinerja Anggaran

Turut hadir juga para Warek, Dekan, Kabag Umum dan Layanan Akademik, LPM, serta tim PTIPD IAIN Cirebon.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Cirebon, Dr H Aan Jaelani MAg menjelaskan bahwa transformasi digital dalam pembelajaran pendidikan tinggi merupakan suatu rangkaian perubahan yang melibatkan budaya, SDM, dan teknologi. 

Hal ini menghasilkan model pendidikan baru, mengubah operasional institusi, rencana strategis, dan proposisi nilai.

“Transformasi ini membantu institusi pendidikan tinggi beroperasi secara efektif, tetap kompetitif di dunia yang semakin digital, dan mempersiapkan alumni untuk dunia kerja,” Aan.

Lebih lanjut, Prof Aan menyampaikan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon berambisi untuk bertransformasi menjadi universitas siber atau universitas digital. 

Dalam kerangka kerja tersebut, fokus diberikan pada integrasi teknologi digital untuk percepatan perubahan di setting pendidikan tinggi. Struktur organisasi, budaya organisasi, kepemimpinan, dan peran serta keahlian SDM menjadi poin kunci yang dipertimbangkan.

“Peta jalan untuk percepatan transformasi pembelajaran digital di IAIN Cirebon mencakup 7 aspek, yaitu digital learning technologies, instructional modality, personal dan support services, organisational policies dan planning, instructor development, learner development, dan partnership,” tambah Aan.

Baca Juga:IAIN Cirebon Podcast Ilmiah Lintas BenuaWujudkan Kota Berkemajuan, Pembenahan Jalur Transportasi Dalam Kota Perlu Dilakukan

Dengan langkah-langkah konkret ini, IAIN Cirebon membuktikan komitmennya dalam memajukan sistem pendidikan tinggi melalui penguatan pembelajaran digital dengan memanfaatkan teknologi LMS. 

Transformasi ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga mengukuhkan posisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai lembaga pendidikan tinggi yang inovatif di era digital. (*)

0 Komentar