Reses, Nuzul Rachdy Kebanjiran Keluhan Warga

SERAHKAN SEMBAKO. Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy SE dan Anggota DPR RI M Nurdin menyerahkan ratusan paket sembako dari Puan Maharani kepada warga Kuningan, akhir pekan kemarin.
SERAHKAN SEMBAKO. Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy SE dan Anggota DPR RI M Nurdin menyerahkan ratusan paket sembako dari Puan Maharani kepada warga Kuningan, akhir pekan kemarin.
0 Komentar

RAKYATCIREBON.ID – DPRD Kuningan menggelar reses caturwulan pertama selama sepekan ke depan. Reses tersebut harus dilakukan oleh seluruh wakil rakyat yang berjumlah 50 orang, tanpa kecuali. Jika tak dilaksanakan, tentu ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh yang bersangkutan.

Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy SE mengungkapkan, dalam seminggu kedepan, setiap anggota dewan mulai turun ke daerah pemilihan masing-masing.

“Dimulai Sabtu (16/4), saya menugaskan 50 anggota DPRD Kuningan, untuk terjun ke dapilnya masing masing. Saya sendiri sudah melaksanakan reses di satu titik yaknu Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana. Dalam reses ini, setiap anggota dewan melaksanakan di 3 titik,” tegas politisi kawakan dari PDI Perjuangan tersebut.

Baca Juga:Kemenag Tunggu Kuota HajiArdian Dijagokan Maju di Pilkada 2024

Reses tahun 2022 ini, dinilai Zul sebagai reses yang sarat dengan keluhan warga terkait isu sosial sebagai dampak kebijakan pemerintah pusat. Kemudian isu ekonomi seperti kenaikan bahan kebutuhan pokok, menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Dalam setiap reses itu ada beberapa aspirasi dari masyarakat yang akan kita paripurnakan. Selanjutnya, kita masukan kedalam rencana kerja pemerintah daerah, untuk kita jadikan sebagai kebijakan anggaran. Itu dari pihak kita DPRD,” sebut pria yang akrab disapa Zul.

Dalam reses di titik pertama, diakui Zul, keluhan masyarakat seputar harga pangan, menjadi pekerjaan rumah pemerintah.  Seperti kenaikan harga minyak goreng dan lain sebagainya.

Tugas anggota DPRD lainnya yakni untuk menyampaikan kepada masyarakat, program pemerintah terkait BLT minyak goreng. BLT ini mulai didistribusikan untuk 132.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari keluarga tak mampu se Kuningan.

“Semoga BLT ini menjadi solusi dari pemerintah, ditengah kesulitan masyarakat yang tidak mampu, untuk mendapatkan minyak goreng murah. Terlebih sekarang menjelang Lebaran, masyarakat sangat membutuhkan itu,” ujarnya.

Dengan nilai BLT Migor 300 ribu rupiah untuk akumulasi 3 bulan, lanjut Zul, setiap KPM diharapkan membelanjakan uang ini benar benar sesuai peruntukkannya.

Diluar isu migor, kata Zuk, aspirasi masyarakat yang lazim disampaikan adalah pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum.

Baca Juga:Wabup Ridho: Karang Taruna Jangan Takut BerinovasiKapolres Minta Semua Elemen Aktif dalam Kamtibmas

“Seperti biasa, aspirasi masyarakat saat reses adalah usulan pembangunan infrastruktur. Seperti membuat jalan lingkungan dan membuat sarana olah raga. Tadi saya mendapat masukan warga, ingin dibangun lapangan bola voli,” ungkapnya.

0 Komentar