Jangan Terkecoh! Ini Fakta di Balik Kamera Boba 3 HP Android 1 Jutaan ala iPhone

Jangan Terkecoh! Ini Fakta di Balik Kamera Boba 3 HP Android 1 Jutaan ala iPhone
Jangan Terkecoh! Ini Fakta di Balik Kamera Boba 3 HP Android 1 Jutaan ala iPhone. Foto: Pinterest/ Rakcer.id
0 Komentar

RAKCER.ID – Popularitas ponsel pintar dengan desain kamera belakang berbentuk bulat besar atau “kamera boba” memang tengah berada di puncaknya.

Fenomena ini dimanfaatkan oleh banyak produsen untuk merilis perangkat kelas entri berharga satu jutaan yang sekilas memiliki tampilan luar sangat mirip dengan iPhone kelas atas.

Visual premium yang dihadirkan lewat tiga lingkaran kamera di bagian belakang sukses memikat mata konsumen yang ingin tampil modis dengan anggaran terbatas.

Baca Juga:Promo Superindo Tengah Bulan Juni 2026: Minyak Goreng 365 Hanya Rp39.900 & Wipol Diskon 45%Cara Daftar Allo PayLater Alfamidi Bonus Kupon

Namun, di balik estetika visual yang menggiurkan tersebut, konsumen dituntut untuk lebih jeli dan tidak sekadar tergiur oleh jumlah bulatan lensa yang tampak.

Pada segmen harga satu jutaan, keberadaan tiga lingkaran kamera tersebut umumnya memiliki latar belakang teknis dan fungsionalitas yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan sistem kamera pada ponsel flagship.

Berikut adalah beberapa fakta penting yang perlu dipahami agar Anda tidak salah ekspektasi saat membeli HP Android murah dengan desain kamera boba:

1. Hanya Ada Satu Kamera Utama yang Aktif

Fakta paling mendasar pada HP kelas entri adalah keterbatasan konfigurasi perangkat keras demi menekan biaya produksi.

Dari tiga lingkaran besar yang menyerupai susunan lensa iPhone tersebut, biasanya hanya ada satu lensa yang benar-benar berfungsi sebagai kamera utama untuk mengambil gambar, yang umumnya memiliki resolusi antara 13 MP hingga 50 MP.

2. Fungsi Kosmetik pada Lingkaran Tambahan

Lalu, apa fungsi dari dua bulatan kamera lainnya? Pada mayoritas ponsel di kelas harga ini, lingkaran kedua dan ketiga umumnya bersifat kosmetik atau hanya memiliki fungsi minor.

Biasanya, bulatan tersebut diisi oleh sensor kedalaman (depth sensor) beresolusi rendah (sekitar 0,08 MP atau 2 MP) untuk membantu efek bokeh, lensa AI, atau bahkan sekadar penempatan lampu LED flash yang didesain membulat agar memberikan kesan simetris pada modul belakang.

Baca Juga:Cara Pesan Pizza Hut Take Away via Aplikasi, Mudah dan Praktis!Inspirasi OOTD Kasual dan Trendi ala Park Gun-wook ZB1, Simple untuk Ditiru! 

3. Keterbatasan Chipset dalam Memproses Gambar

Selain faktor sensor, chipset yang ditanamkan pada ponsel satu jutaan memang tidak dirancang untuk memproses data dari tiga lensa aktif secara bersamaan (multi-camera processing).

Ponsel premium membutuhkan prosesor gambar (ISP) yang sangat kuat untuk menyatukan input dari lensa telephoto, ultrawide, dan utama secara instan, sebuah teknologi ekosistem yang tentu saja belum hadir di segmen harga ini.

0 Komentar