CIREBON, RAKCER.ID – Musim kemarau belum mencapai puncaknya. Namun, krisis air bersih sudah lebih dulu menghantam sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon.
Sedikitnya lima kecamatan. Mulai mengalami kesulitan air bersih. Kondisi itu dikhawatirkan meluas apabila hujan tak kunjung turun dalam beberapa pekan ke depan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Greged, Sedong, Klangenan, Gempol, dan Mundu. BPBD Kabupaten Cirebon pun mulai mengaktifkan langkah antisipasi.
Baca Juga:Wanoja Perjuangan Cirebon Tancap Gas, Gelar Pangan Murah Redam Lonjakan HargaPDIP Kabupaten Cirebon Rawat Memori Kudatuli, Singgung Represi Orde Baru dan Harga Demokrasi
Plt Kalak BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan debit air di sejumlah titik terus mengalami penurunan.
Setu Patok di Kecamatan Mundu menjadi kawasan yang paling mendapat perhatian. Penurunan debit juga terjadi di Greged, Klangenan, Slangit, Walahar hingga Cupang.
“Kami sudah memantau sejumlah wilayah. Terjadi penurunan debit air, terutama di Setu Patok, Kecamatan Mundu, serta kawasan Greged, Klangenan, Slangit, Walahar, dan Cupang,” katanya, Senin ketika di temui Rakcer.id, Senin 27 Juli 2026.
Menurut Syamsul, cadangan air di Setu Patok sudah memprihatinkan. Apabila tidak ada tambahan curah hujan, diperkirakan hanya cukup untuk dua bulan. Kondisi itu membuat pemerintah mulai menyiapkan distribusi air bersih.
BPBD menggandeng PDAM dan pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak. “Jika hujan tidak segera turun, debit air di Setu Patok diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua bulan,” ujarnya.
Sejauh ini, kata dia distribusi air diprioritaskan ke wilayah yang paling membutuhkan. Desa Slangit Kecamatan Klangenan menjadi salah satu lokasi yang sudah menerima bantuan air bersih.
Kemudian, wilayah Winduhaji, Kecamatan Sedong sebagian warganya juga mulai kesulitan memperoleh air. Sebagian lainnya mengandalkan suplai dari kawasan Sangkanurip, Kuningan.
Baca Juga:Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ferran Torres Antar La Roja Tundukkan ArgentinaBermain dengan 10 Pemain, Argentina Berhasil Tahan Spanyol 0-0
Syamsul menjelaskan menghadapi ancaman kekeringan, BPBD telah menyiapkan sarana prasarana pendukung. Diantaranya 10 unit tandon air. Empat unit berkapasitas 1000 liter, sedangkan enam lainnya berkapasitas 2.000 liter.
Selain itu, terang Syamsul, satu unit mobil tangki berkapasitas 4.000 liter juga disiagakan. Disiapkan untuk menyuplai air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
“Kami telah menyiapkan 10 tandon air dan satu mobil tangki berkapasitas 4.000 liter untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan,” jelasnya.
