Apakah Saham DMAS Cocok untuk Trading atau Investing? Ini Jawabannya

Apakah Saham DMAS Cocok untuk Trading atau Investing? Ini Jawabannya
Apakah Saham DMAS Cocok untuk Trading atau Investing? Ini Jawabannya. Foto: Emtrade/Rakcer.id
0 Komentar

Sebagai pengelola kawasan industri, pendapatan DMAS disokong oleh penjualan lahan berskala besar kepada perusahaan manufaktur multinasional serta sektor yang sedang naik daun, seperti pusat data (data center).

Sektor data center ini memberikan angin segar karena kebutuhan lahannya terus meningkat secara eksponensial. Selain itu, DMAS juga memiliki pendapatan berulang (recurring income) dari pengelolaan air, limbah, dan sewa properti di kawasan tersebut.

Kelebihan lain yang membuat para investor jatuh hati adalah kondisi keuangannya yang sehat tanpa beban utang berbunga yang menumpuk (zero interest-bearing debt).

Baca Juga:Ramalan Shio Bulan Ini: Prediksi Nasib Lengkap 12 Shio dari Januari hingga DesemberCara Menggunakan ATM Bitcoin untuk Pemula: Panduan Tarik Tunai dan Beli Crypto

Berkat tumpukan kas yang gemuk ini, DMAS menjelma menjadi salah satu emiten pembagi dividend yield terbesar di Bursa Efek Indonesia, sering kali menyentuh angka di atas 8% hingga belasan persen per tahun. Bagi pemburu passive income, karakter seperti ini adalah sebuah keharusan.

Jadi, Apa Jawabannya?

Secara garis besar, saham DMAS jauh lebih cocok dan ideal untuk strategi investing jangka panjang ketimbang trading jangka pendek.

Kombinasi antara fundamental bisnis yang kokoh di sektor properti industri, tren pertumbuhan pusat data, serta royalnya manajemen dalam membagikan dividen jumbo menjadikannya aset yang sangat nyaman untuk disimpan di dalam portofolio masa depan Anda.

Meskipun demikian, tidak ada larangan bagi Anda untuk melakukan trading di saham ini, asalkan Anda masuk dengan strategi swing trading memanfaatkan momentum-momentum musiman menjelang rilisnya jadwal pembagian dividen resmi dari perusahaan. (*)

0 Komentar