Apakah Saham DMAS Cocok untuk Trading atau Investing? Ini Jawabannya

Apakah Saham DMAS Cocok untuk Trading atau Investing? Ini Jawabannya
Apakah Saham DMAS Cocok untuk Trading atau Investing? Ini Jawabannya. Foto: Emtrade/Rakcer.id
0 Komentar

RAKCER.ID – Bagi Anda yang sedang berselancar di dunia pasar modal Indonesia, nama PT Puradelta Lestari Tbk (dengan kode emiten DMAS) pasti sudah tidak asing lagi terdengar.

Sebagai pengembang utama kawasan industri terpadu Kota Deltamas di Cikarang, emiten properti ini kerap menjadi buah bibir di kalangan pelaku pasar.

Namun, sebuah pertanyaan klasik sering kali muncul di benak para pemilik modal: apakah saham DMAS ini sebenarnya lebih ramah untuk dijadikan instrumen trading jangka pendek, atau justru lebih ideal disimpan rapat-rapat sebagai aset investasi jangka panjang?

Baca Juga:Ramalan Shio Bulan Ini: Prediksi Nasib Lengkap 12 Shio dari Januari hingga DesemberCara Menggunakan ATM Bitcoin untuk Pemula: Panduan Tarik Tunai dan Beli Crypto

Untuk menentukan strategi mana yang paling mendatangkan keuntungan maksimal, kita tidak bisa hanya berspekulasi melihat pergerakan grafik harian saja.

Mari kita bahas satu per satu karakteristik saham ini dari kedua sudut pandang tersebut untuk menemukan jawaban yang paling tepat bagi profil risiko Anda.

Menilai DMAS dari Kacamata Trading Jangka Pendek

Trading saham menuntut adanya fluktuasi harga yang dinamis dalam waktu singkat (volatilitas tinggi) serta volume perdagangan yang masif (likuiditas tinggi) agar trader bisa dengan cepat keluar masuk pasar demi mengamankan selisih keuntungan.

Jika melihat historis pergerakan saham DMAS, emiten ini cenderung memiliki pergerakan harga harian yang relatif stabil, bahkan kadang kala terlihat bergerak mendatar (sideways) dalam rentang waktu yang cukup lama.

Naik turunnya harga saham ini biasanya baru akan bergerak agresif ketika ada pengumuman laporan keuangan, realisasi penjualan lahan industri berskala besar (marketing sales), atau saat menjelang musim pembagian keuntungan tahunan.

Oleh karena itu, bagi para scalper atau day trader yang mencari keuntungan kilat dari pergerakan puluhan persen dalam hitungan hari, saham DMAS mungkin akan terasa sedikit membosankan dan kurang menantang.

Namun, bagi seorang swing trader, saham ini masih cukup potensial untuk dimanfaatkan dengan strategi membeli di area dukungan terendah (support) dan menjualnya saat harga mendekati area resistansi teratas (resistance).

Baca Juga:Daftar Harga Emas Perhiasan Kadar 17K, 18K, dan 24K Terbaru di PasaranMengenal BBM Jenis Baru yang Segera Rilis di Indonesia, Apa Saja Keunggulannya?

Menilai DMAS dari Sudut Pandang Investing Jangka Panjang

Bagi seorang investor sejati, daya tarik utama sebuah perusahaan terletak pada kesehatan neraca keuangan, kejelasan model bisnis, dan konsistensi manajemen dalam mengapresiasi pemegang saham minoritas. Di titik inilah saham DMAS menunjukkan kekuatan aslinya.

0 Komentar