“Di awal kita sudah katakan, satu bulan untuk internal, sekarang kita waktunya untuk gass,” ungkap Andru, sapaan akrabnya.
Dari laporan yang disampaikan, lanjut Andru, secara garis besar Komisi II mengapresiasi gebrakan yang dilakukan.
Namun, banyak catatan yang masih diberikan oleh Komisi II untuk Perumda Pasar Berintan, dimana setelah rapat kemarin, Komisi II kembali menantang PD Pasar, lebih spesifik kepada para kepala pasar, untuk memetakan potensi secara lebih ril.
Baca Juga:Siti Farida Apresiasi Peran Korps Protokol MahasiswaMakna Kemerdekaan Dibalik Peningkatan Pelayanan dan Pembangunan Berkelanjutan
Komisi II memberi waktu kepada 11 kepala pasar, untuk memetakan potensi pendapatan maksimal dan ideal dari sektor retribusi, dan membandingkannya dengan kondisi eksisting tiga bulan nanti.
“Periode awal ini kita lihat berjalan positif. Tapi setiap bulan kita akan rapat dengan BUMD, karena tantangan yang kita berikan harus bisa mereka jawab. Kita terus meminta pembenahan, untuk melihat masalah secara langsung, 11 kepala pasar kita hadirkan, dan kita tantang mereka, tiga bulan menyusun hitungan, target mereka berapa, potensi nya berapa, realisasi nya berapa,” tegas Andru.
Disoal mengenai adanya piutang perusahaan, yang menjadi potensi pendapatan jika bisa ditindaklanjuti dengan serius, mengingat angka nya yang tidak sedikit, Andru pun mendorong agar jajaran Perumda bisa melakukan upaya awal dengan persuasif.
Jika memang upaya persuasif ini tidak membuahkan hasil, Andru mendorong Perumda Pasar mengadopsi inisiatif Pemkot dalam memaksimalkan PAD, yakni dengan melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Tadi ada piutang 1,3 milyar, ya kita sih rekomendasi gandeng APH, seperti Pemkot yang nagih pajak, karena itu harus ditagih dan menjadi pemasukan,” kata Andru. (sep)
