CIREBON – Pada tahun 2026 ini, seluruh rakyat Indonesia berbahagia merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Peringatan HUT ke-81 RI ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai hal, dan bagi Pemerintah Kota Cirebon, momen ini diisi dengan berbagai hal yang lebih mendekatkan pelayanan dengan kehidupan masyarakat.
Bagi Pemkot Cirebon, momentum ini terlalu sakral untuk dirayakan hanya dengan berbagai kegiatan seremoni.
Baca Juga:DKPPP Terus Pantau Urban Farming Selama KemarauWawali Minta Tren Positif Kunjungan Wisata Terus Dijaga
Maka, dibalik itu, harus ada sebuah semangat untuk meningkatkan kerja-kerja pelayanan, sehingga kemerdekaan itu hadir ketika warga mendapatkan pelayanan yang mudah, jelas, adil, serta pembangunan yang mendukung aktivitas sehari-hari.
Berbagai layanan terus dikembangkan dan diperbaiki, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, layanan perizinan, hingga layanan berbasis digital dan tatap muka.
Sejumlah kebutuhan pelayanan publik tersebut juga sudah disederhanakan oleh Pemkot Cirebon dengan menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP).
Berbagai pelayanan publik coba diintegrasikan dalam satu lokasi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan.
Salahsatu warga asal Kelurahan Kesenden, Zardin Harlan (51) sangat merasakan kemudahan pelayanan yang diintegrasikan di MPP tersebut.
Ia kini hanya tinggal datang ke satu tempat untuk mendapatkan berbagai pelayanan yang dibutuhkan.
Disana, petugas juga membantu memberikan informasi dalam proses pelayanan, sehingga tak hanya mendapat pelayanan, masyarakat yang datang juga merasakan kenyamanan.
Baca Juga:Selama 2026, Kota Cirebon Sudah Dikunjungi 2,67 Juta WisatawanRealisasi Investasi Sudah Sampai di Angka 3,6 Trilyun
“Pelayanan saat ini saya selalu merasakan budaya 5S, senyum, salam, sapa, sopan, dan santun,” ungkap Zardin.
Tak hanya sampai disitu, Zardin tetap berharap informasi mengenai persyaratan dan prosedur pelayanan dapat terus diperkuat agar masyarakat tidak perlu bolak-balik karena dokumen yang dibawa belum lengkap.
“Harapannya lebih ditingkatkan lagi dalam hal sosialisasi ke masyarakat, dengan alur Pemkot, kecamatan, kelurahan, RW, sampai RT,” kata Zardin.
Senada, Juhaeriyah (38) ibu rumah tangga yang juga warga Kesenden menilai pemanfaatan teknologi mulai membuat informasi dan sejumlah layanan lebih mudah diakses.
“Sekarang terasa lebih mudah dan cepat, terutama karena adanya layanan secara online dan informasi yang lebih mudah diperoleh,” ucap Juhaeriyah.
Menurutnya, layanan digital tetap perlu berjalan berdampingan dengan pelayanan tatap muka agar semua masyarakat mendapatkan akses yang sama.
