Perencanaan yang Matang Bisa Menarik Investor

BUKA JEMBATAN. Dirjen Bina Marga PUPR, Hedy Rahadian (tengah) bersama Anggota DPR RI Dedi Wahidi (kanan) dan Bupati Indramayu Nina Agustina (kiri) saat menyeberangi jembatan gantung Sukawera.
BUKA JEMBATAN. Dirjen Bina Marga PUPR, Hedy Rahadian (tengah) bersama Anggota DPR RI Dedi Wahidi (kanan) dan Bupati Indramayu Nina Agustina (kiri) saat menyeberangi jembatan gantung Sukawera.
0 Komentar

RAKYATCIREBON.ID –Direktur Jenderal Bina Marga pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), DR Ir Hedy Rahadian MSc menyebutkan akan memaksimalkan pembangunan di Kabupaten Indramayu.

Langkah ini sebagai bagian dari upaya menarik investor untuk berinvestasi. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian Jembatan Gantung Sukawera di Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu pada 1 April 2022.

Menurutnya, program pembangunan yang direalisasikan di Kabupaten Indramayu merupakan dukungan peningkatan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat.

Baca Juga:Luthfi Yakin Cirebon Bisa BangkitKepala Dinas Harus Lebih Komunikatif

“Kami (Ditjen Bina Marga PUPR, red) mendukung program bupati. Bukan bupati mendukung kami, tapi kami mendukung program bupati. Tentunya menurut mekanisme dan aturannya,” jelasnya.

Terkait akses tol, Hedy mengatakan, Kabupaten Indramayu dinilainya unik. Karena posisi wilayahnya dengan keberadaan trans Jawa.

Sehingga, kata dia, membutuhkan jalan akses tol. Hal ini dipastikannya sangat memungkinkan untuk direalisasikan pembangunan tol. Namun, tergantung besarnya interaksi antara tol dengan kebutuhan dan perencanaannya.

“Makin ada perencanaan yang matang maka investor akan tertarik berinvestasi,” tegasnya.

Terlebih lagi, kata dia, bupati Indramayu menyebutkan ada sekitar 40 ribuan pekerja di Pertamina Balongan yang dipastikan terjadinya peningkatan trafik.

Bahkan menimbulkan kebutuhan akses lalu lintas yang cepat. “Faktor ini akan membantu dari sisi kelayakan realisasi tolnya,” sebut Hedy.

Secara nasional, Ditjen Bina Marga PUPR telah merencanakan jalan tol jangka panjang dengan panjang keseluruhan mencapai 20 ribu kilometer.

Baca Juga:Batik Complongan Harus DipatenkanKemenangan PKB Diraih Bukan dengan Banyaknya Konflik

Diantaranya tol akses ke Indramayu. “Dalam master plan sudah ada, tinggal nanti mungkin menunggu kelayakan secara ekonomi dan finansialnya,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, pembangunan jalan maupun pembangunan lainnya pasti ada kekurangan dan kelebihan.

Seperti halnya membangun jalan tol yang tentu akan mematikan bisnis di sepanjang jalan nasional lama.

Meski demikian dipastikan pula akan menimbulkan kesempatan bisnis lebih besar yang ini harus dimanfaatkan oleh daerah-daerah di sepanjang jalan tol.

“Kenapa harus membangun jalan tol? karena keuntungan ekonominya lebih tinggi daripada kerugiannya. Memang membangun apapun ada kerugiannya. Kita membangun jembatan gantung ini pasti mematikan jasa penyeberangan pastinya. Pasti ada yang dirugikan tapi secara keseluruhan masyarakat akan diuntungkan, dimana keuntungannya akan lebih besar dibandingkan kerugiannya,” terang dia.

0 Komentar