Dampak Radiasi Gerhana Matahari Terhadap Kesehatan Mata Anda

Dampak Radiasi Gerhana Matahari Terhadap Kesehatan Mata Anda
Dampak Radiasi Gerhana Matahari Terhadap Kesehatan Mata Anda. Foto: Pinterest/Racker.id
0 Komentar

Retina bertindak seperti sensor kamera pada mata kita. Ketika radiasi UV menembus lensa dan mengenai makula (pusat retina), radiasi tersebut memicu reaksi kimia berantai yang merusak sel-sel batang dan kerucut penangkap cahaya. Proses ini sering disebut sebagai luka bakar fotokimia.

Sifat dari kerusakan retina ini sangat menipu karena beberapa alasan berikut:

1. Tidak Memiliki Reseptor Rasa Sakit

Retina mata manusia tidak memiliki saraf perasa sakit. Artinya, saat mata Anda sedang “terbakar” oleh radiasi gerhana, Anda tidak akan merasakan perih, panas, atau tanda-tanda darurat apa pun.

Baca Juga:Cara Daftar Paspor Online Lewat Aplikasi M-Paspor Cepat & Pasti BerhasilTips Memilih dan Rekomendasi Kebaya Sunda Anak yang Nyaman dan Tidak Gerah

Anda merasa nyaman-nyaman saja menatapnya, padahal kerusakan serius sedang terjadi di dalam mata.

2. Gejala yang Terlambat Muncul

Efek dari solar retinopathy biasanya tidak langsung terasa sesaat setelah Anda menundukkan kepala. Gejala kerusakan umumnya baru akan muncul dalam waktu 12 hingga 24 jam setelah paparan.

Gejala yang Timbul Akibat Kerusakan Radiasi

Jika seseorang mengalami gangguan penglihatan akibat paparan radiasi gerhana, beberapa gejala yang biasanya akan dikeluhkan antara lain:

  1. Munculnya titik hitam atau noda buram yang menetap tepat di tengah-tengah pusat pandangan (scotoma).
  2. Penglihatan menjadi kabur atau distorsi, di mana garis lurus yang dilihat akan tampak bengkok atau bergelombang.
  3. Kemampuan mata dalam membedakan warna menjadi menurun drastis.
  4. Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya terang (fotofobia) dan sering disertai sakit kepala ringan.

Pada beberapa kasus yang ringan, sel-sel retina yang rusak ringan dapat memulihkan diri secara mandiri dalam waktu beberapa bulan.

Namun, jika paparan terjadi dalam durasi yang cukup lama (bahkan hanya hitungan belasan detik berturut-turut), kerusakan sel bisa bersifat permanen dan menyebabkan kebutaan parsial di pusat penglihatan yang tidak bisa disembuhkan dengan kacamata maupun operasi.

Cara Aman Menikmati Gerhana Matahari

Mengetahui risiko di atas bukan berarti Anda harus mengunci diri di dalam kamar yang gelap saat gerhana tiba. Anda tetap bisa menikmati fenomena langka ini dengan aman asalkan menggunakan proteksi yang benar.

Jangan pernah menggunakan kacamata hitam biasa, kaca film kendaraan, negatif film foto tua, atau melihat pantulan matahari lewat permukaan air, karena alat-alat tersebut tidak mampu menyaring radiasi UV yang tidak tampak.

0 Komentar