Berbeda dengan MPV yang banyak diburu oleh pedagang daerah, Brio Satya seharga Rp85 juta hingga Rp95 jutaan di meja lelang lebih banyak diperebutkan oleh konsumen perorangan, seperti mahasiswa dan pekerja muda.
Desainnya yang tidak lekang oleh waktu (timeless) serta performa mesin i-VTEC yang bertenaga membuat depresiasi harga mobil ini tergolong yang paling minim di kelasnya.
4. Toyota Agya (Generasi 2015 – 2017)
Kembaran dari Daihatsu Ayla ini mencatatkan angka penjualan yang konsisten stabil di berbagai cabang lelang luar Jakarta.
Baca Juga:Promo Alfamart Spesial Libur Sekolah: Kusuka Hanya Rp5.900 dan Paket Snack Seru Diskon Gede-gedean!Promo JSM Alfamart 19 – 21 Juni 2026: Susu Dancow Hanya Rp75.900, Indomie 5 Pcs Rp14.500
Toyota Agya lansiran 2015 hingga 2017, terutama yang sudah mengusung mesin 1.2L, kerap kali dilepas dengan harga ketok palu berkisar antara Rp75 juta hingga Rp88 juta tergantung kondisi fisik.
Profil pembeli unit ini umumnya adalah keluarga muda yang ingin beralih dari sepeda motor ke mobil pertama mereka tanpa harus terbebani pajak tahunan yang tinggi.
5. Daihatsu Gran Max Pick-Up (Generasi 2016 – 2019)
Daftar ini tidak akan lengkap tanpa memasukkan pahlawan roda empat di sektor UMKM. Daihatsu Gran Max Pick-Up menjadi satu-satunya kendaraan niaga yang masuk dalam daftar paling likuid tahun ini.
Di balai lelang wilayah penyangga seperti Bekasi, Semarang, dan Surabaya, Gran Max lansiran 2016 ke atas dengan harga pembukaan Rp70 jutaan selalu habis terjual.
Ketangguhan mesin 1.3L maupun 1.5L milik Gran Max menjadikannya aset produktif yang paling dicari untuk mendukung logistik dan usaha perkebunan di daerah.
Catatan untuk Pembeli: Berburu mobil bekas dibawah 100 juta di balai lelang memang menawarkan keuntungan harga yang jauh di bawah pasar diler. Namun, pastikan Anda selalu membaca lembar hasil laporan inspeksi resmi yang disediakan pihak balai lelang guna mengetahui kondisi riil mesin, transmisi, dan keaslian dokumen negara sebelum mulai menawar.(*)
