RAKCER.ID – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatat pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Di tengah persaingan industri semen yang masih ketat, laba perusahaan naik 19,2 persen menjadi Rp589,6 miliar.
Capaian itu diumumkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-51 Indocement yang digelar secara hybrid dari Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa 4 Agustus 2026.
Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, mengatakan usia 51 tahun menjadi momentum memperkuat sinergi, inovasi, dan keberlanjutan. Menurutnya, perjalanan panjang perusahaan dibangun melalui kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga:Cirebon Siaga Kekeringan dan Karhutla, Berlaku Hingga SeptemberMaterial Urugan Proyek Migas Desa Lombang Dipastikan Berasal dari Tambang Berizin
“Lima puluh satu tahun merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja keras, ketangguhan, dan semangat kebersamaan. Kami optimistis Indocement akan terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Christian.
Selain laba, Indocement juga membukukan pendapatan neto yang tumbuh 5,2 persen. Marjin EBITDA mencapai 18 persen.Kinerja tersebut ditopang kenaikan volume penjualan semen domestik sebesar 4,9 persen. Penjualan semen kantong meningkat 3,5 persen, sedangkan semen curah tumbuh 8,6 persen.
Dari capaian itu, pangsa pasar Indocement naik menjadi 28,1 persen. Perusahaan juga terus memperluas bisnis di luar produksi semen. Salah satunya melalui pembentukan PT Mortar Prakarsa Utama bersama Saint-Gobain Group untuk memperkuat bisnis mortar.
Indocement juga mendirikan PT Mondi Indo Prakarsa Kemasan bersama Mondi Industrial Bags GmbH. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kualitas kemasan sekaligus memperkuat rantai pasok.
Di sektor lingkungan, Indocement meraih PROPER Emas untuk Kompleks Pabrik Citeureup. Sementara Kompleks Pabrik Cirebon dan Tarjun memperoleh PROPER Hijau.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai program keberlanjutan yang dijalankan perusahaan.
Saat ini Indocement terus memperluas pemanfaatan refuse-derived fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif. Perusahaan juga meningkatkan penggunaan energi surya, kendaraan listrik operasional, hingga berbagai program penurunan emisi karbon.
Baca Juga:Toko Sarung Jok Motor Nyaris Dibobol Maling, Mesin Jahit Diduga Jadi IncaranKemarau Baru Dimulai, Lima Kecamatan di Kabupaten Cirebon Sudah Krisis Air Bersih
Digitalisasi juga menjadi fokus perusahaan. Indocement mulai mengadopsi teknologi artificial intelligence di berbagai lini untuk meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.
Memasuki semester II 2026, perusahaan tetap optimistis meski kondisi ekonomi nasional masih penuh tantangan.
“Kami akan terus mengedepankan efisiensi tanpa mengurangi kualitas produk, keselamatan kerja, maupun pelayanan kepada pelanggan,” tegas Christian.
