3. Akses Gratis yang Sangat Royal
Berbeda dengan beberapa kompetitornya yang langsung mengunci fitur utama di balik sistem langganan (paywall), Duolingo menawarkan akses penuh ke seluruh materi bahasa secara gratis.
Meskipun versi gratis ini diselingi oleh kemunculan iklan dan batasan nyawa, pengguna tetap bisa menyelesaikan satu modul bahasa dari awal hingga akhir tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
4. Pilihan Bahasa yang Sangat Beragam
Duolingo menyediakan puluhan opsi bahasa yang bisa dipelajari.
Tidak hanya bahasa populer seperti Inggris, Jepang, Korea, atau Prancis, aplikasi ini bahkan menyediakan kursus untuk bahasa-bahasa unik yang jarang ditemukan di tempat kursus biasa, seperti bahasa Esperanto, bahasa daerah tertentu, hingga bahasa fiksi dari serial televisi seperti High Valyrian (Game of Thrones) dan Klingon (Star Trek).
Baca Juga:Berapa Harga Tiket Piala Dunia 2026 Paling Murah? Simak Rincian ResminyaCara Mengatasi Live Streaming Piala Dunia 2026 Error atau Lag Saat Nobar
Kekurangan Duolingo yang Perlu Anda Antisipasi
Meskipun memiliki segudang keunggulan, Duolingo bukanlah sistem yang sempurna tanpa celah.
Ada beberapa keterbatasan mendasar yang sering kali dikeluhkan oleh para pembelajar bahasa tingkat lanjut.
1. Minimnya Penjelasan Tata Bahasa (Grammar) yang Mendalam
Duolingo menggunakan metode induktif, di mana pengguna diharapkan bisa memahami pola kalimat secara alami melalui repetisi atau pengulangan soal.
Sayangnya, bagi beberapa bahasa yang memiliki struktur tata bahasa kompleks (seperti Jerman atau Arab), metode ini sering kali membuat pengguna kebingungan karena tidak adanya penjelasan tertulis mengapa sebuah kata posisinya harus berubah.
2. Kurang Efektif untuk Melatih Kemampuan Berbicara (Speaking) Aktual
Meski memiliki fitur latihan pelafalan menggunakan mikrofon, interaksi yang terjadi di dalam Duolingo bersifat satu arah dan mekanis.
Aplikasi ini tidak bisa menggantikan esensi dari percakapan nyata yang dinamis dengan manusia asli (native speaker). Akibatnya, banyak pengguna yang lancar menjawab kuis di aplikasi, namun tetap merasa gagap dan kaku saat harus berbicara langsung di dunia nyata.
3. Contoh Kalimat yang Kadang Terasa Absurd dan Kaku
Karena sebagian materi teks dihasilkan melalui algoritma komputer untuk menguji pemahaman struktur kata, pengguna sering kali menemukan kombinasi kalimat yang aneh dan tidak akan pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
