RAKCER.ID – Vivo TWS 5 Pro resmi menggebrak pasar aksesori audio premium lewat peluncuran globalnya di akhir Juni 2026 ini.
Earbuds nirkabel generasi terbaru ini hadir sebagai jawaban bagi para pencinta musik (audiophile) maupun pengguna kasual yang mendambakan keheningan mutlak dan kualitas reproduksi suara tanpa kompresi.
Diperkenalkan bersamaan dengan lini ponsel lipat flagship Vivo X Fold 6, gawai audio ini langsung mencuri perhatian di panggung teknologi.
Baca Juga:Vivo X Fold 6 vs Samsung Galaxy Z Fold 7: Mana HP Lipat Premium Terbaik 2026?Berapa Harga Vivo X Fold 6? Ini Skema Harga Resmi Semua Varian RAM
Dua pilar teknologi utama yang menjadi daya tarik mutlak perangkat ini adalah kemampuan peredam bising yang memecahkan rekor industri serta transmisi data audio beresolusi sangat tinggi.
Keunggulan Fitur ANC Cerdas 55dB untuk Meredam Kebisingan
Vivo TWS 5 Pro menetapkan standar baru dalam hal isolasi suara lewat sematan fitur Active Noise Cancellation (ANC) yang mampu meredam kebisingan luar hingga kedalaman 55 desibel (dB).
Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di industri gawai audio saat ini, membuat suara bising di kabin pesawat, deru mesin transportasi umum, hingga riuh rendah suasana kafe dapat disaring dengan sangat efektif.
Hebatnya lagi, sistem peredam bising ini tidak bekerja secara kaku. Didukung oleh algoritma kecerdasan buatan (AI) terintegrasi, fitur ANC pada TWS ini mampu mendeteksi bentuk anatomis lubang telinga pengguna serta tingkat kebisingan lingkungan secara real-time.
Sistem kemudian akan menyesuaikan kekuatan peredaman secara otomatis agar tekanan udara di dalam telinga tetap seimbang dan tidak membuat kepala terasa pusing.
Kualitas Audio Lossless Setara Studio Musik
Bagi para penikmat detail instrumen, Vivo TWS 5 Pro membawa lompatan besar lewat dukungan transfer data audio tanpa kompresi (Lossless Audio).
Mengantongi sertifikasi Hi-Res Audio Wireless, TWS ini mengadopsi codec audio mutakhir yang mampu mengalirkan data suara dalam pita lebar secara utuh tanpa ada detail frekuensi yang terpangkas selama proses transmisi nirkabel.
Sektor perangkat kerasnya mengandalkan arsitektur driver ganda yang sangat responsif:
- Driver Dinamis: Bertugas menghasilkan dentuman bas (low frequency) yang dalam, padat, namun tetap terkontrol dengan rapi.
- Planar Diaphragm Tweeter: Menangani frekuensi menengah hingga tinggi (mid-to-high) demi menyajikan vokal yang jernih serta gemercik simbal yang renyah tanpa efek menusuk di telinga.
