Komisi III Sidak Dapur SPPG, Duga Ada Masakan Setengah Matang Dari Luar

DPRD kota Cirebon
Rabu (21/10) pagi Ketua DPRD bersama Komisi III turun sidak ke SPPG Kalijaga-Harjamukti pasca kejadian dugaan keracunan. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER.ID
0 Komentar

Terhadap adanya salah satu menu yang tidak 100 persen diolah di SPPG tersebut, Andrie pun meminta agar SOP yang ada benar-benar dilaksanakan, dan semua bahan baku yang masuk ke SPPG, diolah mulai dari nol, sehingga proses pengolahannya terpantau dan terjamin.

Andrie pun meminta SPPG mulai bisa mengukur diri, jika jumlah penerima manfaat dirasa terlalu banyak, agar bisa mengusulkun untuk dikurangi sehingga tidak memaksakan diri.

Mengingat sasaran dari MBG ini menyasar para balita, anak-anak hingga lansia, yang tentu memiliki kerentanan dan daya tahan tubuh yang berbeda.

Baca Juga:Penerima Bansos di Harjamukti Bertambah 279 KPM, Wawali Tinjau Penyerahan KKSPedagang Pasar Kanoman Sampaikan Keluhan ke DPRD

“Kami minta bahan makanan, baik itu telur atau apapun, full diolah di dapur SPPG, tidak diolah diluar, karena kalau diproduksi diluar, SPPG kan tidak akan tahu, kapan bahan itu diolah, sudah lama atau belum, akhirnya kan tidak terkontrol. Kami hanya bisa mengimbau, selanjutnya mekanisme di BGN,” sebut Andrie.

Setelah menyampaikan beberapa catatan, ditambahkan Andrie, selanjutnya DPRD akan terus melakukan pemantauan.

“Kita masih akan pantau terus, ya. Kita tidak akan meninggalkan karena ini posisinya ada di Kota Cirebon, dan yang terdampak juga adalah warga kita,” ucap Andrie.

“Pertama, tolong dipastikan setiap SPPG itu jangan lagi ada makanan yang dimasak di luar. Kedua, bahan baku, tolong harus sebaik mungkin, yang steril dan baik kualitasnya, gitu kan. Tiga, prosesnya harus baik juga, harus bersih, higienis. Yang keempat kuantitas, ketika memang SPPG tersebut dirasa sudah tidak mampu, tolong mengakui dan jangan memaksakan, kemudian akhirnya menjadi masalah, gitu kan,” imbuh Andrie.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Umar S Klau mengatakan kejadian ini harus menjadi tamparan keras untuk semua pihak.

“Boleh jadi ini kelalaian kolektif yang selalu ditolerir, dan akhirnya berakibat fatal,” ungkap Umar.

Maka setelah kejadian ini, ia meminta agar pihak berwenang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program ini.

Baca Juga:DLH Kota Cirebon Klaim Tren Retribusi Sampah Dari Tahun ke Tahun PositifMaestro Topeng Dari 5 Negara Bakal Tampil di Kota Cirebon

“Wajib evaluasi semua dapur MBG di Kota Cirebon. Kejadian di SPPG Kalijaga adalah lonceng bahaya untuk anak-anak kita,” jelas Umar.

0 Komentar