Komisi III Sidak Dapur SPPG, Duga Ada Masakan Setengah Matang Dari Luar

DPRD kota Cirebon
Rabu (21/10) pagi Ketua DPRD bersama Komisi III turun sidak ke SPPG Kalijaga-Harjamukti pasca kejadian dugaan keracunan. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Komisi III, dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio turun langsung meninjau dapur SPPG Kalijaga-Harjamukti, yang memasak menu MBG untuk para siswa yang diduga keracunan pada Selasa (20/10).

SPPG tersebut diketahui dibangun oleh Yayasan Tri Bakti Pertiwi, yang mulai beroperasi sejak bulan Maret 2026 lalu dan melayani 2.555 penerima manfaat.

Dilokasi, aktifitas dapur memang sudah berhenti menyusul SPPG tersebut sudah disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa malam, namun terpantau beberapa anggota kepolisian berjaga di dapur tersebut.

Baca Juga:Penerima Bansos di Harjamukti Bertambah 279 KPM, Wawali Tinjau Penyerahan KKSPedagang Pasar Kanoman Sampaikan Keluhan ke DPRD

Saat sidak, Andrie bersama Komisi III menanyakan langsung alur proses memasak di dapur tersebut, termasuk alur kedatangan bahan-bahan masakan hingga diolah dan diporsi hingga berangkat untuk di distribusikan.

Andrie pun mengecek kondisi dapur, hingga gudang stok bahan masakan, baik yang kering maupun stok bahan basah, yang memang masih tersedia.

“Hari ini kami melihat seluruh proses dan SOP yang ada disini, mulai bahan baku datang, alur memasak sampai pemorsian. Kita melihat ada yang harus diperbaiki dan dievaluasi ulang,” ungkap Andrie usai sidak.

DPRD pun memberikan beberapa catatan, mulai dari kualitas bahan baku yang harus lebih dicermati, karena menurutnya, ini menjadi hal paling penting.

Kemudian, DPRD juga memberi catatan terhadap proses memasak dari bahan baku menjadi masakan siap santap, karena sektor pengolahan juga menjadi hal penting.

Di area dapur, lanjut Andrie, ia juga melihat hanya ada delapan tungku, yang disiapkan untuk mengolah makanan bagi 2.555 penerima manfaat.

Berkaitan dengan kejadian banyaknya anak dan guru yang diduga keracunan setelah menyantap menu MBG dari dapur tersebut, Andrie pun tak mau berspekulasi, sehingga terkait itu pihak menunggu hasil dari laboratorium yang sedang melakukan pengujian terhadap sample menu MBG di hari Selasa kemarin.

Baca Juga:DLH Kota Cirebon Klaim Tren Retribusi Sampah Dari Tahun ke Tahun PositifMaestro Topeng Dari 5 Negara Bakal Tampil di Kota Cirebon

Meskipun ada salah satu menu pada hari Selasa, yang diduga tidak dimasak dari nol di dapur tersebut, yakni telor puyuh.

“Kita tidak mau berspekulasi, kita tunggu hasil lab, semua masih dugaan ya, jika ternyata dinyatakan telur puyuh yang menjadi menu kemarin ini bermasalah, tentu di internal BGN juga ada proses dan punya mekanisme tersendiri,” jelas Andrie.

0 Komentar