Maestro Topeng Dari 5 Negara Bakal Tampil di Kota Cirebon

Pemkot Cirebon
Kepala Disbudpar bersama Ketua PHRI Kota Cirebon memaparkan konsep CMF 2026 yang bakal digelar November mendatang. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Maestro topeng dari lima negara bakal hadir mempersembahkan pertunjukan dalam Cirebon Mask Festival (CMF) 2026 yang akan digelar di Kota Cirebon November mendatang.

Lima maestro tersebut akan datang dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Ekuador dan Jerman.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengungkapkan bahwa CMF 2026 ini adalah seri ketiga festival topeng yang digelar oleh Pemkot Cirebon.

Baca Juga:Bayi Baru Lahir Di Kota Cirebon Bakal Langsung Dapat Akta hingga KIA"Rambut Sewu: Satu Langkah Getih" Siap Tayang, Para Pemeran Sapa Penonton

Event yang bakal digelar di Balaikota Cirebon pada 15–16 November mendatang ini digadang-gadang akan lebih meriah dari dua seri sebelumnya.

“Sejak 2024 kita gelar, tapi tahun ini kita ingin menghadirkan yang berbeda, kita menggandeng PHRI, bukan hanya nasional, event nanti akan bertaraf internasional, bersama dengan Internasional Mask Festival (IMF) di Solo,” ungkap Agus.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan, CMF 2026 dirancang sebagai sarana edukasi, interaksi, serta upaya memperkuat pelestarian warisan budaya kepada generasi muda, terutama topeng.

“Festival ini mendorong masyarakat untuk kembali mengenal tradisi,” lanjut Agus.

Gelaran CMF 2026 ini akan melibatkan para pelaku seni dan pegiat pelestarian Topeng Cirebon, mulai dari dalang, nayaga atau pemain musik pengiring, penari, perajin topeng, hingga penjahit kostum.

“Daya tarik utama CMF 2026 adalah kehadiran delegasi dari lima negara. Masing-masing membawa kekayaan tradisi, sejarah, serta karakter seni topeng yang berbeda,” kata Agus.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Cirebon sekaligus Ketua CMF 2026, Imam Reza Hakiki menambahkan, selain menjadi sarana memperkuat pelestarian budaya, khususnya topeng, event ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Wali.

Mengingat ini menjadi event bersama, ia mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi, bekerjasama untuk mensukseskan event tersebut.

Baca Juga:Disdukcapil Kota Cirebon Belajar Perlinsos Digital ke Kabupaten SumedangDishub Survey Potensi Parkir se-Kota Cirebon, Semua Titik Disasar

“Temen-temen perhotelan juga siap menyediakan paket khusus selama gelaran event ini. Jadi yang lain juga mari ikut mensukseskan,” ungkap Kiki, sapaan akrabnya.

Daya tarik dari CMF 2026 ini, disebutkan Kiki, beragam kegiatan sudah dikonsel, mulai dari pertunjukan topeng dari lima negara, pertunjukan Topeng Cirebon, pasar seni dan kuliner, kirab budaya, dialog budaya hingga lokakarya atau workshop topeng, batik, dan kuliner.

0 Komentar