CIREBON, RAKCER.ID β Dalam artikel kali ini kami akan membahas mengenai hukum ziarah kubur wali songo. Simak sampai habis artikel ini, agar tak mendapatkan kekeliaruan.
Rasulullah SAW melarang umat islam melakukan ziarah makam pada masa awal islam. Hal ini dilakukan untuk menegakkan keimanan Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Jika ziarah kubur dibolehkan, rasulullah khawatir umat Islam yang iman da aqidahnya masih lemah akan percaya dan menjadi penyembah kuburan.
Baca Juga:Sejarah Penyebaran Agama Islam Oleh Wali Songo di Pulau JawaSejarah Wali Songo yang Berdakwah di Cirebon
Ketika keimanan Islam sudah kuat dan tidak ada rasa takut berbuat syirik, maka Nabi Muhammad memperbolehkan para sahabatnya ziarah kubur karena ziarah kubur mengingatkan orang yang masih hidup akan kematian dan memotivasi mereka untuk semangat dalam bertaqwa.
Apa yang Dimaksud dengan Ziarah Kubur?
Ziarah kubur adalah mengunjungi makam seseorang yang telah wafat yang bertujuan untuk mengambil pelajaran yang berkaitan dengan kematian serta kehidupan di akhirat kelak dan mendoakan para mayit yang berada di dalam kubur agar dosa-dosanya di ampuni oleh sang maha kuasa Allah SWT.
Apa Hukum Ziarah Kubur?
Hukum ziara kubur itu asalnya adalah sunnah, karena rasullullah telah menganjurkannya.
ΨΉΩΩΩ Ψ¨ΩΨ±ΩΩΩΨ―ΩΨ©Ω ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ§ΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ ΩΩΩΩΩΩΨͺΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΩΩ Ψ²ΩΩΩΨ§Ψ±ΩΨ©Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΨ±Ω ΩΩΨ²ΩΩΨ±ΩΩΩΩΨ§
βDari Buraidah r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda, β Dahulu aku melarang kalian, sekarang Silahkan Berziarah.β (HR. Muslim)
ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ¨ΩΩ ΩΩΨ±ΩΩΩΨ±ΩΨ©Ω ΩΩΨ§ΩΩ Ψ²ΩΨ§Ψ±Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩΩ -Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ - ΩΩΨ¨ΩΨ±Ω Ψ£ΩΩ ΩΩΩΩ ΩΩΨ¨ΩΩΩΩ ΩΩΨ£ΩΨ¨ΩΩΩΩ Ω ΩΩΩ ΨΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ§ΩΩ Β« Ψ§Ψ³ΩΨͺΩΨ£ΩΨ°ΩΩΩΨͺΩ Ψ±ΩΨ¨ΩΩΩ ΩΩΩ Ψ£ΩΩΩ Ψ£ΩΨ³ΩΨͺΩΨΊΩΩΩΨ±Ω ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ€ΩΨ°ΩΩΩ ΩΩΩ ΩΩΨ§Ψ³ΩΨͺΩΨ£ΩΨ°ΩΩΩΨͺΩΩΩ ΩΩΩ Ψ£ΩΩΩ Ψ£ΩΨ²ΩΩΨ±Ω ΩΩΨ¨ΩΨ±ΩΩΩΨ§ ΩΩΨ£ΩΨ°ΩΩΩ ΩΩΩ ΩΩΨ²ΩΩΨ±ΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΨ±Ω ΩΩΨ₯ΩΩΩΩΩΩΨ§ ΨͺΩΨ°ΩΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΩΩΨͺΩ Β».
Β βDari Abu Hurairah r.a berkata, Nabi Muhammad SAW berziarah ke makam Ibundanya kemudian beliau menangis, dan membuat orang-orang yang berada dekat beliau ikut menangis. Lalu beliau bersabda βAku telah memohon izin kepada Rabb-ku untuk meminta ampunan kepadanya, tetapi allah tidak mengizinkanku. Dan aku meminta izin untuk menziarahi makamnya, lalu Allah mengizinkan aku (untuk menziarahi), maka berziarahlah kalian kemakam, karena ziarah itu akan mengingatkan kepada kematian.β (HR. Muslim)
Berdasarkan hadits pertama, Nabi melarang ziarah ke kuburan. Namun, setelah melahat ada manfaat yang rajih (pendapat yang kuat) dalam ziarah kubur maka rasulullah memerintahkan para sahabat-Nya untuk melakukan perjalanan ke kuburan setelah melihat manfaat yang sangat besar dari ziarah ini. Para ahli telah memutuskan bahwa perintah dalam hadis ini adalah sunnah, bukan wajib.
