CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon mendukung peningkatan kualitas SDM melalui program strategis nasional.
Rabu (15/04), rakor penyelenggaraan Makanan Bergizi Gratis (MBG) digelar sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cirebon, Sutikno memimpin rapat tersebut.
Baca Juga:DPRD Kota Cirebon Titipkan 338 Usulan untuk RKPD 2027Silaturahmi dengan Majelis Taklim Asy-Syifa, Wawali Beri Pesan untuk Jamaah
Rakor ini menjadi ruang bersama untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan pelaksanaan program MBG di Kota Cirebon berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dalam arahannya, Wakil Walikota menegaskan bahwa kehadiran seluruh pihak dalam forum ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keseriusan dalam menyatukan frekuensi dan menyelaraskan langkah untuk mengawal program MBG sebagai bagian dari pembangunan manusia.
“Program ini bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Cirebon,” ungkap Rida, sapaan akrab Wakil Walikota Cirebon.
Rida menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik maupun ekonomi semata, tetapi juga dari kualitas kesehatan dan ketangguhan masyarakatnya.
Oleh karena itu, program MBG dipandang sebagai upaya konkret dalam menanam fondasi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Rida mengingatkan bahwa persoalan gizi buruk dan stunting masih menjadi tantangan nyata yang harus ditangani secara serius.
Intervensi yang terukur dan berkelanjutan, khususnya pada fase emas pertumbuhan manusia, menjadi kunci dalam memutus rantai permasalahan tersebut.
Baca Juga:Halal Bihalal DWP Kota Cirebon, Walikota Ingatkan Kekompakan dan KolaborasiWalikota Cirebon Buka Seleksi Paskibraka 2026
Dalam pelaksanaannya, ia menegaskan pentingnya fokus pada kelompok prioritas 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Karena menurutnya, ketiga kelompok ini merupakan sasaran strategis yang tidak boleh terabaikan dalam kondisi apa pun.
Selain itu, ia juga menginstruksikan agar distribusi MBG memperhatikan kedekatan radius dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal ini penting untuk menjaga kualitas makanan yang diterima masyarakat, baik dari segi kesegaran, suhu, maupun kandungan gizinya.
“Distribusi yang dekat akan memudahkan pengawasan dan memastikan kualitas layanan tetap terjaga,” jelas Rida.
Dari sisi manajerial, Rida meminta seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor secara lebih intensif.
