Gunakan strategi ini:
- Beli di dekat harga average mereka
- Hindari membeli terlalu tinggi
Contoh praktiknya, jika broker besar berada di harga 165, Anda bisa masuk di sekitar 168. Selisih tipis ini menjaga risiko tetap terkontrol.
Langkah kelima, konfirmasi tren harga
Cara memilih saham yang potensi naik harus didukung oleh chart.
Perhatikan tanda ini:
- Harga sudah keluar dari tren turun
- Mulai membentuk higher low
- Muncul higher high
Jika pola ini terbentuk, berarti tren mulai naik. Ini jadi konfirmasi tambahan sebelum Anda masuk.
Langkah keenam, cek tekanan jual
Baca Juga:8 Merek Smartwatch dan Smartband Murah di Bawah 1 Juta yang Sudah Ada Fitur GPS dan Tersambung StravaRekomendasi 5 Smartwatch Garmin Termurah di Tahun 2026 Sejak Turun Harga
Cara memilih saham yang potensi naik juga melihat siapa yang menjual.
- Jika tekanan jual berasal dari retail, kondisi masih sehat. Saham sedang dibersihkan dari investor kecil.
- Jika tekanan jual berasal dari broker besar, Anda perlu waspada.
Langkah ketujuh, pantau pergerakan harian
Setelah membeli, jangan diam. Cara memilih saham yang potensi naik tetap membutuhkan pemantauan.
Perhatikan setiap hari:
- Apakah broker besar masih membeli
- Apakah retail masih keluar
- Apakah tren tetap naik
Jika mulai ada distribusi besar dari pemain utama, Anda perlu siap keluar.
Langkah kedelapan, tentukan target profit
Cara memilih saham yang potensi naik tidak lengkap tanpa target exit.
Gunakan patokan ini:
- Ambil profit di sekitar 10 persen
- Bisa tahan sampai 15 sampai 20 persen jika momentum kuat
- Dengan target jelas, Anda tidak mudah terjebak emosi.
Cara memilih saham yang potensi naik sebenarnya sederhana jika Anda disiplin mengikuti alurnya. Anda tidak perlu menebak arah pasar. Fokus saja pada pergerakan dana besar dan perilaku pelaku utama.
Dengan konsistensi, strategi ini bisa membantu Anda menemukan peluang saham yang bergerak cepat dalam waktu singkat.
