RAKCER.ID, CIREBON – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon menggelar pelatihan barista bertajuk “Madani Vokasi Academy” sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi keluarga nasabah.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Cordela Kota Cirebon pada 20–21 Mei 2026 itu diikuti 30 peserta dari kalangan generasi muda atau Gen Z dan umum, baik yang sudah bekerja maupun fresh graduete, yaitu mereka yang masih mencari pekerjaan, bahkan diantaranya ada yang telah membuka usaha Coffeshop.
Pelatihan dibuka oleh Pemimpin Cabang PNM Cirebon Erwin Syafriadi. Kegiatan turut dihadiri Manajer Regional Bisnis PNM Mekaar, Mega Kharisma, serta Divisi TJSL PNMPelaksana Jasa Manajemen & TJSL PNM, Yuyun Wahyudin. Cabang Cirebon, Yuyun Wahyudin.
Baca Juga:Hasil Penelitian IP Trisakti: Rekomendasikan Road Map 3 Tahun Paniis Jadi Rujukan Wisata Regeneratif Jabar Field Research, Institut Pariwisata Trisakti Buktikan Desa Paniis Punya 'Modal Kuat' di Sektor Pariwisata
Mengusung tema “Praktis dan Profesional”, program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan meracik kopi, tetapi juga membekali peserta dengan wawasan kewirausahaan, pembentukan karakter kerja, hingga peluang pengembangan kompetensi di dunia industri kreatif.
Narasumber pertama dari UPT BLK Kota Cirebon, Vicky Victhoriansyah, S.T., menjelaskan pentingnya kompetensi, sikap, dan karakter dalam dunia kerja. Ia juga memaparkan berbagai layanan Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, termasuk program pelatihan dan penyaluran tenaga kerja secara offline maupun online.
“Moto kami membangun kompetensi membuka kesempatan. Jadi peserta pelatihan di vokasi academy ini memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan keterampilan,” ujarnya.
Selain belajar teori, peserta juga mendapatkan materi langsung dari praktisi kopi sekaligus pemilik coffee shop, Danny. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami teknik pelayanan konsumen, strategi branding usaha, hingga langkah awal membangun bisnis coffee shop.
Danny menyampaikan, kopi kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus peluang usaha menjanjikan bagi anak muda. Karena itu, peserta diminta memahami kualitas produk sekaligus cara membangun identitas usaha yang mudah diingat pelanggan.
“Pada hari kedua, peserta mulai mempraktikkan langsung pembuatan berbagai minuman berbahan kopi, susu, teh, hingga lemon dan karamel. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok dan diberi tantangan membuat produk minuman lengkap dengan nama merek hasil racikan masing-masing,” jelasnya.
