Milangkala Tatar Sunda di Cirebon Hadirkan Semangat Pelestarian Warisan Leluhur

Milangkala Tatar Sunda
PIMPIN. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memimpin prosesi lesehan khidmat di depan Gedung BAT Kota Cirebon dan diikuti oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, serta jajaran kepala daerah. INDAH TRI SUTONO/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

“Ketika saya menjabat Wakil Bupati Purwakarta tahun 2003 pada usia 30 tahun, saya mulai membangun narasi tentang Pajajaran dan cara berpikir bagaimana membangun daerah dengan kekuatan budaya Sunda serta tata kelola pembangunan berbasis ekologi. Saat itu saya banyak mendapat serangan, bahkan dianggap sesat dalam cara berpikir. Tetapi saya tetap yakin bahwa pembangunan harus menghidupkan, bukan mematikan,” paparnya.

Menurutnya, konsep pembangunan harus berpijak pada keseimbangan antara manusia, alam, budaya, dan spiritualitas.

“Karena itu saya terus memperjuangkan pembangunan berkarakter yang menyatukan manusia dengan tanah, air, udara, dan cahayanya,” tambahnya.

Baca Juga:Bank Cirebon Jabar Klaim SehatKPU Tegas Larang Kampanye Pawai dan Penggunaan Fasilitas Pemerintah di Pilkada Cirebon

KDM juga menyebut Cirebon sebagai miniatur pluralisme Indonesia karena mampu menjaga harmoni antara budaya, sejarah, dan nilai-nilai keagamaan.

“Cirebon adalah wilayah yang terbuka. Di sini nilai sejarah, agama, dan budaya berjalan berdampingan. Ini contoh Islam yang inklusif,” ucapnya.

Selain itu, KDM berkomitmen untuk mendukung penataan kawasan keraton di Cirebon agar menjadi pusat peradaban budaya yang tertata, bersih, dan menarik bagi wisatawan serta berharap kawasan keraton, sungai, hingga jalur-jalur budaya di Kota Cirebon dapat terkoneksi dan kembali menghadirkan suasana historis yang kuat sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Saya bertanggung jawab terhadap seluruh pembangunan wilayah keraton yang ada di Cirebon ke depan. Keraton harus tertata rapi seperti masa lalu, jalan-jalannya bersih, trotoarnya indah, sungai-sungainya jernih, dan terhubung kembali dengan laut sehingga peradaban bisa terbangun. Kita bukan menjual keraton, tetapi merawat dan memeliharanya agar Cirebon berdiri tegak, gagah, dan menjadi pusat budaya yang membanggakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda di Kota Cirebon. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pembangunan kota.

“Kami masyarakat Kota Cirebon mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah menghadirkan acara besar dan meriah ini. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan bersama dapat terwujud untuk membangun dan menata Kota Cirebon yang lebih baik,” ujar Effendi Edo.

0 Komentar