CIREBON – Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menghadiri upacara pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Kantor Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Bandung, Senin (11/5).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Jawa Barat.
Acara pengukuhan turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, para kepala daerah se-Jawa Barat, perwakilan perbankan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Baca Juga:Turun Reses, Herman Khaeron Gelar Pasar Murah Hingga Berikan Studium General untuk Kader HMIPemkot Cirebon Terima Rekomendasi LKPj 2025 Dari DPRD
Dalam prosesi tersebut, Junanto Herdiawan resmi dikukuhkan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat yang baru menggantikan Muhammad Nur.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat peran Bank Indonesia dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah dan pengendalian inflasi di Jawa Barat.
Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Nur atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Junanto Herdiawan atas amanah baru yang diterima.
“Selamat atas pengukuhan Bapak Junanto Herdiawan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan semakin sukses membawa BI Jawa Barat semakin maju. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Muhammad Nur atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini,” ungkap Rida, sapaan akrab Wakil Walikota.
Rida juga mengatakan bahwa Pemerintah Kota Cirebon terus melakukan langkah strategis dalam peningkatan kualitas infrastruktur, khususnya melalui perbaikan dan pemeliharaan jalan yang dilakukan secara bertahap.
“Kondisi inflasi sektor pangan di Kota Cirebon juga saat ini relatif terkendali dan bahkan sempat mengalami deflasi. Namun kami tetap mewaspadai potensi tekanan inflasi pada sektor lain, seperti properti dan komoditas bernilai tinggi,” kata Rida. (sep)
