Mobil bekas banjir adalah bom waktu, terutama untuk kelistrikan. Ahli inspeksi menyarankan untuk menarik seluruh sabuk pengaman (seatbelt) hingga ujung paling dalam.
Jika terdapat bercak tanah kering atau bau apek yang menyengat, mobil tersebut kemungkinan besar pernah terendam banjir.
Periksa juga bagian kolong jok dan pedal-pedal gas; karat yang masif di area interior yang tersembunyi adalah bukti otentik bahwa air pernah masuk ke dalam kabin.
Baca Juga:Promo Alfamart Spesial Libur Sekolah: Kusuka Hanya Rp5.900 dan Paket Snack Seru Diskon Gede-gedean!Promo JSM Alfamart 19 – 21 Juni 2026: Susu Dancow Hanya Rp75.900, Indomie 5 Pcs Rp14.500
4. Validasi Keaslian Dokumen dan Nomor Rangka
Bukan hanya fisik, aspek hukum juga wajib diinspeksi. Banyak kasus mobil bekas dibawah 100 juta dijual murah karena dokumennya bermasalah.
Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin langsung pada fisik kendaraan dengan yang tertera di STNK dan BPKB. Gunakan aplikasi cek pajak daerah online untuk memastikan status kendaraan tidak sedang diblokir atau terlibat kasus hukum.
Pastikan juga lembar faktur pembelian pertama masih ada untuk mempermudah proses balik nama di kemudian hari.
Rekomendasi Ahli: Jika Anda tidak memiliki latar belakang teknis otomotif, sangat disarankan untuk berinvestasi sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu untuk menyewa jasa inspeksi pihak ketiga yang independen. Sertifikat lulus inspeksi dari mereka jauh lebih berharga dibanding risiko turun mesin yang memakan biaya belasan juta rupiah.(*)
