Awas Tertipu Harga Murah, Ini Tips Inspeksi Mobil Bekas dibawah 100 juta Menurut Ahli

Awas Tertipu Harga Murah, Ini Tips Inspeksi Mobil Bekas dibawah 100 juta Menurut Ahli
Awas Tertipu Harga Murah, Ini Tips Inspeksi Mobil Bekas dibawah 100 juta Menurut Ahli. Foto: Pinterest/ Rakcer.id
0 Komentar

RAKCER.ID – Pasar roda empat dengan anggaran tiga digit ke bawah selalu menjadi magnet bagi konsumen.

Sayangnya, tingginya permintaan terhadap mobil bekas dibawah 100 juta kerap kali dimanfaatkan oleh oknum pedagang nakal untuk memoles unit yang sebenarnya bermasalah.

Istilah “membeli kucing dalam karung” pun membayangi para pemburu mobil murah ini.

Baca Juga:Promo Alfamart Spesial Libur Sekolah: Kusuka Hanya Rp5.900 dan Paket Snack Seru Diskon Gede-gedean!Promo JSM Alfamart 19 – 21 Juni 2026: Susu Dancow Hanya Rp75.900, Indomie 5 Pcs Rp14.500

Mobil di rentang harga ini umumnya sudah berusia di atas lima atau sepuluh tahun. Di sinilah letak risikonya. Jika tidak jeli, biaya perbaikan (repair cost) pasca-pembelian justru bisa membengkak hingga puluhan juta rupiah.

Untuk menghindari kerugian tersebut, para ahli mekanik dan inspektor independen membagikan panduan wajib mengenai bagian kritis apa saja yang harus diperiksa secara mendalam. Berikut adalah tips investigasi mandiri sebelum Anda sepakat melakukan transaksi:

1. Deteksi “Penyakit Jantung” Mobil: Ruang Mesin dan Transmisi

Mesin adalah komponen paling mahal untuk diperbaiki. Langkah pertama, buka kap mesin dalam kondisi dingin. Perhatikan apakah ada rembesan oli segar di sekitar packing silinder kop atau blok mesin.

Selanjutnya, nyalakan mesin tanpa menyalakan AC. Dengarkan dengan saksama; mesin yang sehat harus berputar konstan tanpa ada suara ketukan logam (knocking).

Bagi Anda yang mengincar mobil matik, lakukan tes jalan sederhana. Masukkan tuas dari P ke R atau D. Jika terasa ada sentakan keras atau jeda waktu (delay) yang lama sebelum mobil bergerak, itu adalah indikasi awal bahwa komponen transmisi mulai aus.

2. Selidiki Jejak Hitam: Bekas Tabrakan Besar (Structural Damage)

Harga murah sering kali menjadi indikator bahwa mobil tersebut pernah mengalami kecelakaan hebat. Cara paling mudah untuk mendeteksinya adalah dengan memeriksa pilar-pilar pelindung kabin (pilar A, B, dan C).

Kelupas karet pintu dan lihat titik pengelasan pabrik (spot welding). Jika titik-titik tersebut hilang atau permukaannya rata oleh dempul, bisa dipastikan mobil pernah mengalami benturan samping.

Baca Juga:Masuk Daftar 10 Besar Mobil Listrik Terlaris, VinFast VF 3 Catat Peningkatan Volume PenjualanSasar Pasar Mobil Keluarga, VinFast Rilis Lini MPV Listrik Limo Green dengan Skema Berlangganan Baterai

Jangan lupa periksa apron depan (tulang sasis di belakang bumper), pastikan bentuknya simetris dan tidak ada bekas ketokan palu atau las ulang.

3. Waspadai Korosi Khusus: Indikasi Bekas Banjir

0 Komentar