Bahkan dengan mempertimbangkan selisih gol, kesempatan Haiti tetap sangat tipis. Mereka memasuki laga terakhir dengan selisih gol minus empat, sementara Skotlandia berada di posisi nol
Piala Dunia 2026 ini menjadi keikutsertaan kedua Haiti sepanjang sejarah turnamen tersebut setelah pertama kali pada tahun 1974. Akan tetapi, perjalanan mereka di edisi kali ini harus berakhir lebih cepat.
3.Tunisia
Nasib serupa juga dialami oleh Tunisia yang menjadi wakil sepak bola benua Afrika di bawah Confederation of African Football (CAF). Terletak dalam Grup F yang diisi oleh tim-tim dengan kerjasama yang solid, Tunisia diharapkan dapat memberikan perlawanan yang kuat.
Baca Juga:Panduan Simulasi Bagan Babak 32 Besar: Siapa yang Bakal Ketemu Argentina?Timnas MLBB Indonesia Lolos Asian Games 2026 : Siap Tunjukkan yang Terbaik
Namun, kelemahan dalam koordinasi pertahanan membuat mereka mudah dijadikan sasaran oleh tim lawan dalam dua pertandingan awal yang melelahkan.
Perjalanan Tunisia di ajang ini berakhir menyedihkan setelah mereka kalah dua kali berturut-turut dari dua laga fase Grup F. Dalam pertandingan pembuka, Tunisia terpaksa mengakui keunggulan Swedia dengan kekalahan menyakitkan skor 1-5. Alih-alih bangkit pada laga kedua, penampilan tim justru semakin menurun saat bertemu perwakilan Asia.
Tunisia kembali merasakan kekalahan pahit setelah dihancurkan oleh Jepang tanpa mampu mencetak gol dengan skor mencolok 0-4. Dua hasil buruk ini membuat mereka terpuruk di posisi terbawah klasemen tanpa meraih satu pun poin.
4. Panama
Panama kini menjadi tim kelima yang dipastikan tereliminasi dari Piala Dunia 2026. Tim yang berasal dari Amerika Tengah ini harus mengakhiri langkah mereka setelah kalah tipis 0-1 dari Kroasia dalam pertandingan Grup L pada Rabu (24/6/2026) pagi WIB. Gol tunggal yang membawa kemenangan bagi Kroasia dicetak oleh Ante Budimir pada menit ke-53.
Budimir menyambut umpan silang dari Josip Stanisic setelah Marco Pasalic menciptakan ruang dengan aksi tumit yang pintar. Kemenangan tersebut memberikan tiga poin berharga bagi Kroasia dan sekaligus menutup peluang Panama untuk melanjutkan kompetisi. Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim sama-sama memerlukan kemenangan karena keduanya masih mencari angka pertama di grup.
Namun, Kroasia lebih efisien dalam memanfaatkan momen yang ada. Panama meskipun memberikan perlawanan yang sengit. Mereka bermain dengan disiplin dengan lima pemain bertahan dan beberapa kali memberikan ancaman melalui serangan sayap. Mereka bahkan mencatat delapan upaya tembakan, tetapi hanya satu yang tepat sasaran ke arah gawang.
