Peluang terbaik bagi Panama terjadi pada menit ke-68 ketika Carlos Harvey menyundul bola ke arah gawang, namun kiper Kroasia, Dominik Livakovic, berhasil menepisnya. Pelatih Panama, Thomas Christiansen, tetap memberikan penghargaan terhadap usaha timnya. Menurutnya, Panama menunjukkan performa yang kompetitif saat melawan tim-tim kuat seperti Ghana dan Kroasia, tetapi kesalahan kecil harus dibayar dengan mahal di pentas Piala Dunia.
Pertandingan terakhir melawan Inggris akan menjadi kesempatan terakhir bagi Panama untuk meraih kemenangan pertama mereka sepanjang sejarah Piala Dunia.
5. Yordania
Yordania menjadi tim nasional terbaru yang harus pulang lebih awal dari turnamen besar tahun ini. Perwakilan dari konfederasi sepak bola Asia atau AFC ini sebenarnya datang dengan semangat tinggi, namun penampilan mereka di lapangan berbeda jauh.
Baca Juga:Panduan Simulasi Bagan Babak 32 Besar: Siapa yang Bakal Ketemu Argentina?Timnas MLBB Indonesia Lolos Asian Games 2026 : Siap Tunjukkan yang Terbaik
Persaingan ketat di Grup J terbukti terlalu sulit bagi tim mereka setelah gagal membaca strategi lawan secara baik. Kepastian Yordania untuk tersingkir terjadi setelah mereka mengalami kekalahan tipis 1-2 dari Aljazair dalam pertandingan kedua yang sangat sengit pada hari Selasa (23/6). Hasil ini menjadi kekalahan kedua berturut-turut bagi Yordania, karena di matchday pertama Grup J, mereka juga kalah 1-3 dari Austria.
Dua hasil buruk itu mengakibatkan peluang Yordania untuk melanjutkan ke babak 32 besar musnah karena mengalami defisit gol dan tidak mendapatkan poin. Di pertandingan terakhir Grup J, Yordania harus menghadapi juara bertahan Argentina, yang mana hasil apapun melawan Argentina tidak akan memengaruhi nasib mereka di Piala Dunia 2026.
