RAKCER.ID – Bagi Anda yang baru saja terjun ke dunia pasar modal, melihat pergerakan harga saham dan berbagai aksi korporasi perusahaan tentu bisa terasa cukup membingungkan.
Salah satu istilah yang sangat sering berseliweran di berita keuangan maupun aplikasi sekuritas adalah stock split. Ketika sebuah perusahaan besar mengumumkan akan melakukan aksi ini, biasanya perbincangan di kalangan komunitas investor ritel langsung memanas.
Lantas, apa sebenarnya arti dari fenomena ini? Mengapa perusahaan yang kinerjanya sedang bagus-bagus saja tiba-tiba memutuskan untuk memecah saham mereka?
Baca Juga:Kelebihan dan Kekurangan Duolingo, Aplikasi Belajar Bahasa Paling PopulerUpdate Harga BBM Pertamina Dex Juni 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia
Agar Anda tidak salah melangkah dan bisa memanfaatkan momentum ini dengan bijak, mari kita bahas bersama mengenai apa itu Stock Split? pengertian, tujuan, dan dampaknya bagi imvestor pemula.
Pengertian Stock Split yang Mudah Dipahami
Secara sederhana, stock split adalah aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka (emiten) untuk memecah selembar saham mereka menjadi beberapa lembar saham baru dengan nilai nominal yang lebih kecil.
Proses pemecahan ini dilakukan menggunakan rasio tertentu yang sudah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), misalnya rasio 1:2, 1:5, atau bahkan 1:10.
Untuk memudahkan Anda membayangkannya, anggaplah Anda memiliki selembar uang kertas senilai Rp100.000. Karena nilainya terlalu besar, Anda kesulitan untuk menggunakannya berbelanja barang-barang kecil.
Akhirnya, Anda memutuskan untuk menukarkan uang Rp100.000 tersebut menjadi 5 lembar uang kertas senilai Rp20.000.
Apakah total kekayaan Anda berubah? Tentu tidak, nilainya tetap Rp100.000. Namun, sekarang Anda memegang lembaran uang yang lebih banyak dengan pecahan yang lebih kecil. Logika inilah yang bekerja pada sistem pemecahan saham.
Apa Tujuan Perusahaan Melakukan Pemecahan Saham?
Ada alasan strategis mengapa manajemen perusahaan memilih untuk repot-repot melakukan penyesuaian jumlah lembar saham ini. Beberapa tujuan utamanya antara lain:
1. Menurunkan Harga Saham Agar Lebih Terjangkau
Baca Juga:Apa Itu ASN Digital BKN? Ini Fungsi dan Manfaatnya bagi Pegawai Negeri7 Aplikasi Radio Online Streaming Paling Hemat Kuota di Android & iOS
Ketika sebuah perusahaan mencatatkan kinerja yang luar biasa dari tahun ke tahun, harga sahamnya otomatis akan terkerek naik hingga menyentuh angka jutaan rupiah per lembarnya.
Bagi investor institusi besar, angka ini mungkin kecil. Namun bagi investor ritel atau pemula, harga tersebut menjadi terlalu mahal untuk dibeli per satu lot (100 lembar).
