RAKCER.ID – Google membuat keputusan besar yang mengubah arah bisnis aplikasi Android.
Mulai akhir Juni 2026, raksasa teknologi ini resmi mengizinkan para pengembang (developer) menggunakan sistem pembayaran di luar Google Play Store.
Langkah ini menyudahi aturan lama yang mewajibkan semua transaksi memakai sistem bawaan Google, sebuah isu yang selama bertahun-tahun memicu protes di industri teknologi.
Baca Juga:Sambut Musim Kemarau 2026, Ini 5 Rekomendasi BMKG Jawa Barat untuk Antisipasi Cuaca EkstremPrakiraan Cuaca Jawa Barat 25 Juni – 1 Juli 2026: Dominasi Cerah Berawan Jelang Puncak Musim Kemarau
Aturan baru yang dirilis melalui panduan Google Play Console ini memberikan kebebasan bagi pengguna untuk memilih cara bayar yang mereka inginkan.
Menariknya, Google juga memotong biaya komisi bagi pengembang yang ikut serta dalam program bernama Billing Choice ini.
Potongannya turun menjadi hanya 10 persen untuk pendapatan hingga 1 juta dolar AS pertama di setiap tahunnya.
Perubahan ini tidak lepas dari tekanan hukum dan aturan anti-monopoli di berbagai negara.
Sengketa panjang di pengadilan dengan pengembang besar seperti Epic Games juga menjadi pemicu utama. Selama ini, potongan komisi Google yang mencapai 30 persen dinilai terlalu mencekik dan memberatkan para pembuat aplikasi dalam meraup keuntungan.
Bagi pengguna HP Android, kabar ini tentu menjadi angin segar yang bisa menghemat pengeluaran. Karena pengembang tidak lagi dibebani komisi yang tinggi, mereka punya ruang untuk menurunkan harga langganan atau pembelian item di dalam aplikasi (in-app purchase).
Harga yang lebih murah ini diprediksi akan muncul di berbagai aplikasi, mulai dari platform streaming, aplikasi kerja, hingga item dalam gim.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Cirebon 25 Juni 2026: Siang Hari Cerah Berawan, Suhu Maksimal Capai 33°C!Harga Bahan Pokok Kota Cirebon Hari Ini 25 Juni 2026, Minyak Goreng dan Daging Sapi Kompak Naik
Meski memberikan kebebasan dalam pembayaran, masalah keamanan tetap menjadi nomor satu. Google mewajibkan semua pengembang yang memakai sistem pembayaran luar untuk mematuhi standar keamanan data yang ketat.
Pengguna juga akan melihat notifikasi pengingat di layar sebelum bertransaksi, sehingga mereka tahu pasti platform mana yang sedang memproses uang dan data finansial mereka.
Langkah adaptif Google ini dinilai sebagai strategi pintar untuk menjaga ekosistem Android tetap menarik.
Dengan membuka pintu bagi sistem pembayaran luar, Google bisa meredam kritik global sekaligus merangkul pengembang lokal maupun internasional yang ingin mengelola keuntungan mereka sendiri secara penuh.
