Teks Arab:
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Robbi innii limaa anzalta ilayya min khoirin faqiir.”
Artinya:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.”
Keutamaan Amalan: Para ulama menyebut doa ini sebagai salah satu doa terbaik untuk keluar dari kesempitan hidup. Doa ini mengandung ketulusan dan pengakuan bahwa manusia sangat fakir (butuh) akan rahmat Allah, baik berupa rezeki, pekerjaan, maupun jodoh. Setelah mengamalkan doa ini, Nabi Musa langsung mendapatkan tempat tinggal, pekerjaan, bahkan istri.
3. Doa Memohon Ampunan dan Perlindungan dari Kesesatan (QS. Al-Qashash: 16)
Sebelum diangkat menjadi rasul, Nabi Musa pernah terlibat dalam perselisihan yang tidak sengaja menyebabkan seorang kaum Firaun meninggal. Menyadari kekeliruannya dan merasa takut, beliau langsung berserah diri memohon ampunan Allah.
Teks Arab:
رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي
“Robbi innii zholamtu nafsii faghfir lii.”
Artinya:
Baca Juga:Harga Bahan Pokok Kota Cirebon Hari Ini 29 Juni 2026, Fluktuasi Harga Cabai dan Minyak Goreng MendominasiMengenal Lucia dan Jason, Dua Karakter Utama Protagonis di GTA VI
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah aku.”
Tips Mengamalkan Doa Nabi Musa agar Mustajab
Agar doa-doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT, perhatikan beberapa adab berikut saat mengamalkannya:
- Membaca dengan Penuh Ketundukan: Hindari membaca doa sekadar di lisan. Resapi maknanya dan posisikan diri kita benar-benar butuh pertolongan Allah, sebagaimana Nabi Musa yang berdoa dalam keadaan lelah dan lapar.
- Waktu-Waktu Mustajab: Amalkan doa-doa di atas setelah mendirikan shalat fardhu, di sepertiga malam terakhir (setelah shalat Tahajjud), atau di antara azan dan iqamah.
- Sabar dan Konsisten: Jangan tergesa-gesa ingin doa langsung terwujud. Tetap istiqamah mengamalkannya sembari terus melakukan ikhtiar nyata yang halal untuk menyelesaikan kesulitan yang sedang dihadapi.(*)
