RAKCER.ID – Dalam menjalani kehidupan, setiap manusia pasti akan dihadapkan pada fase ujian, kesempitan, maupun rintangan yang menguji kesabaran. Salah satu teladan terbaik dalam menghadapi situasi penuh tekanan dapat dipelajari dari kisah Nabi Musa Alaihissalam (AS).
Nabi Musa merupakan salah satu nabi Ulul Azmi (memiliki ketabahan luar biasa) yang diuji dengan beban dakwah yang sangat berat, mulai dari menghadapi kekejaman Firaun hingga memimpin kaum Bani Israil.
Dalam momen-momen paling krusial dan menjepit, Nabi Musa selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk memohon kelapangan hati dan petunjuk.
Baca Juga:Harga Bahan Pokok Kota Cirebon Hari Ini 29 Juni 2026, Fluktuasi Harga Cabai dan Minyak Goreng MendominasiMengenal Lucia dan Jason, Dua Karakter Utama Protagonis di GTA VI
Doa-doa tersebut diabadikan secara abadi di dalam Al-Qur’an dan menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim ketika sedang dilanda masalah berat, kesulitan ekonomi, maupun saat harus berbicara di depan orang banyak. Berikut adalah bacaan doa Nabi Musa menghadapi kesulitan yang paling mustajab:
1. Doa Memohon Kelapangan Hati dan Kemudahan Urusan (QS. Thaha: 25-28)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Musa ketika beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk mendatangi dan mendakwahi Firaun yang telah melampaui batas. Merasa tugas tersebut sangat berat, Nabi Musa memohon keteguhan jiwa dan kelancaran dalam berkomunikasi.
Teks Arab:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Robbisyroh lii shodrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaanii, yafqohuu qoulii.”
Artinya:
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”
Keutamaan Amalan: Doa ini sangat baik dibaca ketika Anda sedang menghadapi masalah yang membuat hati sesak, menjelang ujian, wawancara kerja, atau saat diberi tanggung jawab besar agar diberikan ketenangan dan kelancaran dalam berbicara.
2. Doa Memohon Kebaikan dan Keluar dari Kesulitan Hidup (QS. Al-Qashash: 24)
Doa ini dipanjatkan Nabi Musa ketika beliau berada dalam kondisi yang sangat jepit: melarikan diri dari kejaran tentara Firaun, menempuh perjalanan jauh ke kota Madyan tanpa bekal, kelaparan, dan tidak memiliki tempat tinggal. Dalam kondisi lemah setelah menolong dua putri Nabi Syu’aib, beliau bernaung di bawah pohon dan berdoa.
