Harga PlayStation 6 Diprediksi Tembus 15 Juta, Bos Sony Buka Suara

Harga PlayStation 6 Diprediksi Tembus 15 Juta, Bos Sony Buka Suara
Harga PlayStation 6 Diprediksi Tembus 15 Juta, Bos Sony Buka Suara. Foto: Zuby Tech/ Rakcer.id
0 Komentar

RAKCER.ID – Kabar mengenai meroketnya harga konsol generasi terbaru besutan Sony Interactive Entertainment (SIE), PlayStation 6 (PS6), kini bukan lagi sekadar isapan jempol di forum komunitas.

Menanggapi rumor harga jual yang diprediksi bisa menembus angka $999 (atau sekitar Rp16 Jutaan), CEO Sony Interactive Entertainment, Hideaki Nishino, akhirnya buka suara dan memberikan sinyal kuat mengenai strategi bisnis hardware mereka ke depan.

Pernyataan ini langsung menjadi sorotan karena menandai perubahan besar dalam cara Sony menjual konsol gim mereka kepada konsumen.

Baca Juga:Realme P4 Series Siap Debut di Indonesia 2 Juli 2026, Gandeng Tim Esports RRQ!Perbandingan Vivo TWS 5 Pro vs Xiaomi Buds 5 Pro: Spesifikasi, Fitur, dan Harga

Konfirmasi Resmi Bos Sony: Ogah Jual Rugi

Dalam sesi tanya jawab (Q&A) resmi yang dirilis oleh Sony baru-baru ini, Hideaki Nishino merespons kekhawatiran pasar terkait melonjaknya biaya produksi konsol masa depan. Ketika ditanya mengenai strategi penentuan harga perangkat keras di tengah inflasi global, Nishino menegaskan posisi perusahaan secara lugas.

“Secara prinsip, kami tidak berniat untuk menjual perangkat keras (hardware) dengan kerugian yang signifikan,” ujar Hideaki Nishino.

Nishino juga menambahkan bahwa meskipun Sony sempat menaikkan harga lini PlayStation 5 di beberapa wilayah, angka penjualan global mereka tetap berjalan sesuai rencana tanpa adanya penurunan permintaan yang drastis dari konsumen.

Pernyataan ini menjadi indikasi kuat bahwa era di mana produsen konsol rela “bakar uang” atau menyubsidi harga retail demi mengejar kuantitas penjualan tampaknya sudah mulai berakhir.

“RAMmageddon” dan Beban Komponen Senilai $960

Ketegasan sikap Sony untuk tidak menjual rugi PS6 sangat beralasan jika melihat kondisi rantai pasok industri teknologi saat ini.

Berdasarkan data internal yang dibagikan oleh pembocor industri ternama, Kepler_L2, estimasi awal biaya modal atau Bill of Materials (BoM) untuk merakit satu unit PS6 melonjak ekstrem dari $760 menjadi $960 hanya dalam waktu singkat.

Biaya produksi yang membengkak hampir Rp15,7 juta per unit (hanya untuk komponen mentah) ini dipicu oleh krisis memori global yang kerap disebut para analis sebagai “RAMmageddon”.

Baca Juga:Vivo TWS 5 Pro Resmi Dijual: Cek Harga Lengkap dan Varian WarnanyaVivo TWS 5 Pro Resmi Rilis, Bawa Fitur ANC 55dB dan Kualitas Audio Lossless

Pasokan memori RAM berkecepatan tinggi di seluruh dunia saat ini tersedot secara masif untuk memenuhi kebutuhan pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sedang meledak.

0 Komentar