CIREBON – Kabar baik kembali datang untuk keberlangsungan pembangunan di Kota Cirebon, meskipun anggaran daerah tengah didera efisiensi.
Kali ini, Kota Cirebon mendapatkan kepastian terkait dengan pembangunan flyover di dua titik perlintasan sebidang yang ada di tengah perkotaan.
Dua titik rencana pembangunan flyover tersebut adalah di titik perlintasan sebidang jalan Slamet Riyadi, Krucuk, serta perlintasan sebidang di jalan Kesambi.
Baca Juga:Porsi Hingga Menu MBG Dikeluhkan Warga ke DPRDNgadu ke DPRD, Warga Jagasatru Timur Ingin Maghrib Mengaji Jalan Lagi
Kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Cirebon, Effendi Edo saat diwawancarai sejumlah wartawan.
“Alhamdulillah pembangunan flyover yang kita ajukan sudah di ACC,” ungkap Edo.
Lebih lanjut, Edo mengungkapkan bahwa dua titik flyover yang dimaksud berasal dari sumber anggaran yang berbeda.
Untuk flyover di Krucuk, pembangunan akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum langsung menggunakan APBN.
Sementara untuk flyover di jalan Kesambi, mengingat jalan tersebut merupakan ruas jalan Provinsi, maka pembangunannya akan dilakukan dengan menggunakan APBD Provinsi Jawa Barat.
“Yang Krucuk ditangani oleh pemerintah pusat, yang Kesambi ditangani oleh pemerintah provinsi. Nah, itu sudah masuk, datanya sudah terverifikasi dan dinyatakan lulus ya, layak untuk dilaksanakan,” sebut Edo.
Bahkan, dijelaskan Edo, untuk proses pembangunan flyover di Krucuk, tahun ini pusat sudah mulai menyusun Detail Engineering Desain (DED), sehingga diprediksi pengerjaannya akan dimulai duluan dibandingkan di jalan Kesambi.
Baca Juga:Tahun Depan Kota Cirebon Tuan Rumah Rakorkomwil III APEKSIPerda PP APBD 2025 Disahkan, Walikota Siap Lakukan Evaluasi
“Mudah-mudahan nanti 2027 yang Krucuk bisa mulai dilakukan. Karena informasi DED-nya sudah dilakukan di tahun ini. Jadi kelihatannya sih yang Krucuk duluan,” jelas Edo.
Sementara untuk rencana pembangunan flyover di Kesambi, kata Edo, Pemprov baru akan mulai menyusun DED-nya pada tahun 2027 mendatang.
“Untuk yang Kesambi mudah-mudahan 2028 ada kabar baik lagi,” ujar Edo.
Disoal mengenai rencana pembebasan lahan, karena di dua lokasi rencana pembangunan membutuhkan lahan yang cukup luas, Edo pun terus berkoordinasi, baik dengan Kementerian PU maupun dengan Pemprov, karena dalam rencana pembangunan ini, dua-duanya dilakukan oleh Pusat dan Pemprov, dan Kota Cirebon dalam hal ini sebagai penerima manfaat dari pembangunan yang akan dilaksanakan.
Termasuk mengenai desain hingga nanti teknis pengerjaannya, semua akan dilakukan oleh Pusat untuk yang di Krucuk, dan oleh Pemprov untuk titik yang di jalan Kesambi.
