Ngadu ke DPRD, Warga Jagasatru Timur Ingin Maghrib Mengaji Jalan Lagi

DPRD kota Cirebon
Anggota F-PDI Perjuangan, Imam Yahya berbincang dengan warga RW 08 Jagasatru Timur yang meminta program Maghrib Mengaji kembali dijalankan, Selasa (18/8). FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Warga di RW 08 Jagasatru Timur, Kelurahan Jagasatru Kecamatan Pekalipan meminta agar program Maghrib Mengaji yang pernah berjalan di kampungnya bisa kembali diaktifkan.

Sekretaris RW 08 Jagasatru Timur, Andi Suandi mengungkapkan, kurang lebih sudah satu tahun program Maghrib Mengaji di kampungnya, khususnya di RT 02 mandeg.

Program tersebut mandeg karena tenaga pengajar yang sebelumnya rutin mendampingi dan mengajar mengaji anak-anak di kampungnya pindah.

Baca Juga:Tahun Depan Kota Cirebon Tuan Rumah Rakorkomwil III APEKSIPerda PP APBD 2025 Disahkan, Walikota Siap Lakukan Evaluasi

Sejak saat itu, program Maghrib Mengaji terhenti karena terkendala dengan tenaga pengajar tersebut.

“Sudah mau satu tahun berhenti, warga kami minta agar ada solusi, dan anak-anak bisa mengaji lagi,” ungkap Andi.

Dijelaskan Andi, di kampungnya ini, program Maghrib Mengaji sudah berjalan sejak sekitar 15 tahun yang lalu.

Sejak saat itu, setiap selepas Maghrib anak-anak berkumpul di masjid dan mengaji sampai waktu Isya tiba.

Selama bertahun-tahun kebiasaan baik tersebut terawat dan menjadi budaya kampungnya, hingga sekitar satu tahun lalu pengajar nya pindah.

“Jadi kami minta ada pengajar lagi, supaya anak-anak bisa lanjut ngaji,” kata Andi.

Sementara itu, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya yang mendengarkan langsung keluhan masyarakat terkait dengan keinginan agar program Maghrib Mengaji ini kembali berjalan, mengatakan bahwa keinginan warga tersebut akan ia tindaklanjuti.

Baca Juga:Komisi III DPRD Kota Cirebon Nilai Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Belum MaksimalPada Harkopnas ke-79, Pemkot Tegaskan Peran Strategis Koperasi bagi Kemajuan Daerah

Pasalnya, diakui Imam, ia yang juga sebagai warga di RW 08 Jagasatru Timur ini melihat sudah lama program tersebut terhenti.

“Iya ini memang keinginan warga yang harus direspon positif, ini aspirasi yang positif,” ungkap Imam saat ia turun bersilaturahmi dengan masyarakat, Selasa (18/8).

Maka, dipastikan Imam, ia akan berkoordinasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di masjid setempat, agar program Maghrib Mengaji ini kembali berjalan.

Menurut Imam, ini menjadi penting, karena selain menumbuhkan nilai-nilai spiritual kepada anak-anak sejak dini, setidaknya program Maghrib Mengaji ini bisa meminimalisir potensi kenakalan remaja di malam hari, karena fokus kegiatan mereka ada di masjid untuk mengaji.

Terlebih lagi, Imam mengapresiasi antusiasme para orang tua, yang mendorong dan menginginkan agar program tersebut kembali berjalan.

0 Komentar