Kedua, memperkuat pemutakhiran data, karena menurutnya kualitas kebijakan sangat bergantung pada validitas data yang digunakan.
Ketiga, mengoptimalkan peran unsur yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. Posyandu, kader, puskesmas, hingga pemerintah kelurahan dinilai memiliki posisi strategis dalam mendeteksi risiko stunting sekaligus melakukan pendampingan kepada keluarga.
Keempat, memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Persoalan stunting tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, mulai dari sanitasi, ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, pendidikan, hingga pola asuh dalam keluarga, jadi hilangkan ego sektoral, kita harus bersama-sama,” kata Rida. (sep)
