Tim Pengabdi IPB University Bekali Kader Posyandu Ilmu "Cerdas Finansial Desa"

Finansial
Tim pengabdi para mahasiswa Pascasarjana IPB University usai memberi edukasi kepada para kader Posyandu. FOTO: IST/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas pedesaan hingga kini masih menghadapi tantangan berupa rendahnya tingkat literasi keuangan di tingkat rumah tangga.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, empat mahasiswa yang tergabung dalam tim pengabdi dari Pascasarjana prodi Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak pada IPB University menginisiasi program edukasi terstruktur bertajuk “Cerdas Finansial Desa”.

Koordinator tim pengabdi, Nadhifa mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan pengelolaan finansial domestik melalui penyusunan modul interaktif, buku saku praktis, dan materi sosialisasi berkelanjutan.

Baca Juga:Siti Farida Dengar Keluhan Guru Pendidikan Agama Kristen, Prihatin Jumlahnya hanya 6 OrangBoboko Distrik Cirebon dan Kampung Donor Griya Caraka Gelar Aksi Donor Darah

Program yang dilaksanakan di RW Setu Leutik, Desa Dramaga, Bogor dengan menargetkan kader Posyandu sebagai sasaran primer utama.

Pemilihan kader Posyandu ini didasarkan pada peran strategis mereka sebagai opinion leader sekaligus aktor sentral dalam struktur sosial desa.

“Ibu-ibu rumah tangga pada umumnya memegang kendali penuh atas alokasi anggaran domestik. Oleh karena itu, penguatan kapasitas finansial kader Posyandu diyakini akan memberikan dampak multiplikasi yang signifikan terhadap penyebaran informasi kepada masyarakat luas,” ungkap Nadhifa.

Lebih lanjut, dijelaskan Nadhifa, pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh maraknya kerentanan ekonomi keluarga di pedesaan, seperti tingginya ketergantungan pada pinjaman informal berbiaya tinggi dan minimnya alokasi dana darurat.

Kondisi ini diperparah oleh penetrasi produk keuangan digital yang tidak diimbangi dengan pemahaman risiko yang memadai.

Program “Cerdas Finansial Desa” ini, kata Nadhifa, disosialisasikan secara bertahap sebanyak 3 kali pertemuan, dimulai dari pertemuan pertama membahas tentang mengenali keuangan keluarga, membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan, jenis-jenis pendapatan dan pengeluaran serta “bocor alus”.

Pertemuan kedua dilanjutkan dengan pembahasan cara menabung dam mengelola keuangan, agar kebiasaan ini menjadi strategi pengelolaan untuk menghindari “gali lubang tutup lubang”.

Baca Juga:Jenguk ke Rumah Sakit, Siti Farida Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG Ditangani dengan BaikKomisi III Sidak Dapur SPPG, Duga Ada Masakan Setengah Matang Dari Luar

Hingga kemudian hari terakhir ditutup dengan membuat kartu komitmen 30 hari serta pembentukan tim CFD yang diharapkan mampu menjadi fasilitator dalam projek ini.

“Kami menyusun instrumen edukasi berbasis riset empiris yang disesuaikan dengan kondisi social-eknomi lokal. Materi juga dibuat mudah dan ringan,” sebut Nadhifa.

Kader Posyandu yang telah diberikan edukasi ini, didorong untuk bisa membagikan kembali pengetahuan tersebut kepada warga melalui pertemuannya di pos layanan terpadu.

0 Komentar