CIREBON – Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida menerima aspirasi dari sejumlah guru pendidikan agama Kristen di Kota Cirebon, Jumat (23/10) akhir pekan kemarin.
Pada kesempatan silaturahmi tersebut, Rida, sapaan akrab Wakil Walikota, mendengarkan berbagai persoalan dan keluhan yang selama ini dirasakan oleh tenaga pengajar khusus pendidikan agama Kristen tersebut.
Dari pertemuan tersebut, Rida pun mengaku prihatin dengan kondisi guru yang selama ini tidak terekspos ini.
Baca Juga:Boboko Distrik Cirebon dan Kampung Donor Griya Caraka Gelar Aksi Donor DarahJenguk ke Rumah Sakit, Siti Farida Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG Ditangani dengan Baik
Pasalnya, dari sisi kuantitas saja, jumlah guru yang mengajar pendidikan agama Kristen ini sangat minim.
“Saya bersilaturahmi dan menerima aspirasi dari guru pendidikan agama kristen. Jumlahnya ternyata sedikit, se-Kota Cirebon hanya 6 orang guru saja,” ungkap Rida kepada Rakyat Cirebon.
Enam orang guru ini, lanjut Rida, mengajar di tingkat SMPN dan SMAN di Kota Cirebon, termasuk di beberapa SMP swasta.
Dari laporan para guru sendiri, disebutkan Rida, di SMPN dan SMAN yang ada di Kota Cirebon, terdata ada 300 siswa yang beragama Kristen, dan untuk KBM mata pelajaran pendidikan agama Kristen, enam orang guru inilah yang memberikan pelajarannya.
Sampai saat ini, mereka mengeluhkan, karena minimnya tenaga pengajar, mereka tidak memiliki perkumpulan sendiri, sehingga terkesan tidak mendapat pengakuan secara administratif dari negara.
“Sangat prihatin, mereka tidak ada perkumpulam sehingga tidak dapat pengakuan administratif dari pemerintah, bahkan informasinya juga tidak mendapat insentif dari dinas,” sebut Rida.
Padahal, sambung Rida, keenam guru mata pelajaran pendidikan agama Kristen ini sudah puluhan tahun mengabdi ditengah berbagai keluhan yang mereka rasakan.
Baca Juga:Komisi III Sidak Dapur SPPG, Duga Ada Masakan Setengah Matang Dari LuarPenerima Bansos di Harjamukti Bertambah 279 KPM, Wawali Tinjau Penyerahan KKS
“Ada yang sudah 20 sampai bahkan 30 tahun mengabdi, mengajar di SMP dan SMA negeri,” kata Rida.
Merespon berbagai keluhan yang ia dengarkan dari para guru pendidikan agama Kristen ini, ditambahkan Rida, ia akan mencoba mengkomunikasikan dengan perangkat daerah terkait.
Keluhan-keluhan yang dirasakan akan disampaikan untuk kemudian dicarikan penyelesaian, sehingga ditengah keterbatasan dari aisit jumlah, keberadaan dan pengabdian mereka tetap mendapat penghargaan dari pemerintah.
“Kita akan coba bicarakan dengan perangkat daerah terkait, seperti apa regulasinya. Jangan sampai jasa mereka puluhan tahun mengabdi tidak sama sekali mendapatkan penghargaan,” tambah Rida. (sep)
