Walikota Cirebon Tinjau Progres Penataan Sungai Sukalila, Target Rampung Akhir 2026 

Walikota Cirebon Tinjau Progres Penataan Sungai Sukalila, Target Rampung Akhir 2026 
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon, unsur TNI, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Pelindo, PT KAI, Dinas Lingkungan Hidup, anggota DPRD, serta sejumlah kepala perangkat daerah meninjau langsung progres penataan kawasan Sungai Sukalila pada Minggu (21/6). FOTO: INDAHTRISUTONO/RAKCER.ID
0 Komentar

“Nanti akan ada instalasi penetralisir air, dua titik di Sungai Sukalila dan dua titik di Kalibaru. Harapannya air menjadi lebih bersih, jernih, dan tidak menimbulkan bau,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (Kasatker OP SDA) BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Hendra Kurniawan menjelaskan, tahapan pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung di kawasan Sungai Sukalila adalah pembangunan tanggul di sisi kanan dan kiri Sungai Sukalila Selatan hingga ke Kalibaru, hal tersebut menjadi fokus utama pengerjaan saat ini.

“Pekerjaan yang kami lakukan saat ini masih fokus pada pembangunan tanggul. Setelah tanggul selesai, baru dilanjutkan ke bagian atas, yaitu pembangunan pedestrian, jogging track, pagar, lampu kawasan sungai, serta trotoar,” jelas Hendra.

Baca Juga:Komisi I DPRD Kota Cirebon Tinjau Kesiapan Infrastruktur Digital DKIS Kota CirebonKomisi I DPRD Kota Cirebon Bahas Kebutuhan Mendesak DPKP Usai Sidak

Terkait cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Cirebon, ia mengatakan bahwa masyarakat yang bermukim di sekitar sungai tidak perlu khawatir karena berdasarkan pengalaman selama satu dekade terakhir, Sungai Sukalila tidak pernah meluap hingga menyebabkan banjir di permukiman warga.

Meski demikian, BBWS Cimanuk-Cisanggarung tetap melakukan langkah antisipatif melalui pemeliharaan rutin dan normalisasi sungai guna mengurangi potensi risiko banjir.

“Pengendalian banjir dilakukan dengan normalisasi di bagian hilir dan muara agar aliran air lebih lancar saat debit meningkat. Selain itu, nantinya akan tersedia jalan akses bagi ekskavator, alat berat, maupun alat amfibi untuk mendukung pemeliharaan berkala, meskipun kawasan atasnya sudah menjadi taman,” katanya. (its)

0 Komentar