Sinopsis House of the Dragon Season 3: Langsung Buka Episode Pertama dengan Battle of the Gullet

Sinopsis House of the Dragon Season 3: Langsung Buka Episode Pertama dengan Battle of the Gullet
Sinopsis House of the Dragon Season 3: Langsung Buka Episode Pertama dengan Battle of the Gullet. Foto: SKY/ Rakcer.id
0 Komentar

RAKCER.ID – HBO resmi memulai penayangan perdana House of the Dragon Season 3 pada Senin, 22 Juni 2026 waktu Indonesia, dengan langsung menyajikan salah satu pertempuran paling berdarah dan mematikan dalam sejarah Westeros, Battle of the Gullet (Pertempuran Gullet).

Keputusan showrunner Ryan Condal untuk menaruh konflik maritim berskala masif ini di awal musim langsung mendapat pujian dari kritikus film internasional.

Berdasarkan laporan Collider, penempatan taktis ini berhasil menebus kritik musim kedua yang dinilai sebagian penonton berjalan terlalu lambat (slow-burn). Musim ketiga ini terbukti langsung tancap gas tanpa basa-basi.

Baca Juga:House of the Dragon Season 3 Resmi Tayang: Ini Jadwal dan Link NontonKeutamaan Puasa Tasua dan Asyura, Amalan Pengapus Dosa Setahun Lalu

Sinopsis Episode 1: Api di Atas Samudra

Sinopsis House of the Dragon Season 3 langsung melanjutkan akhir menggantung (cliffhanger) dari musim sebelumnya. Perang saudara klan Targaryen, yang dikenal sebagai Dance of the Dragons, kini benar-benar pecah ke seluruh penjuru benua.

Faksi Hijau (pihak King’s Landing) yang kini dipimpin oleh Aemond Targaryen (Ewan Mitchell) sebagai Wali Raja, mengambil langkah agresif setelah Aegon II yang terluka parah diselundupkan keluar dari ibu kota oleh Larys Strong.

Aemond menjalin aliansi militer yang kuat dengan Triarchy, kekuatan maritim gabungan dari tiga Kota Bebas di Essos, untuk menghancurkan blokade laut yang dipasang oleh Faksi Hitam.

Di sisi lain, Rhaenyra Targaryen (Emma D’Arcy) mendapati wilayah perairannya terancam. Armada laut pimpinan Lord Corlys Velaryon (The Sea Snake) yang menjadi tulang punggung Faksi Hitam harus berhadapan langsung dengan kekuatan penuh kapal-kapal Triarchy di area selat strategis bernama The Gullet.

Kedahsyatan ‘Battle of the Gullet’

Pertempuran tidak hanya melibatkan adu strategi kapal-kapal kayu dan hantaman ombak, tetapi juga menghadirkan teror udara yang mengerikan. Naga-naga raksasa dikerahkan ke garis depan, membakar hangus armada laut dan mengubah lautan menjadi lautan api.

Berdasarkan sumber adaptasi novel Fire & Blood karya George R.R. Martin, Battle of the Gullet adalah titik balik krusial yang memakan korban jiwa sangat besar bagi kedua belah faksi, termasuk potensi kehilangan karakter penting yang akan mengubah arah politik Westeros selamanya.

0 Komentar