Pelayanan tata laksana gizi buruk pada balita serta cakupan kelurahan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) bahkan telah mencapai 100 persen.
Meski demikian, masih terdapat dua indikator yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang baru mencapai 29,82 persen dari target 32,5 persen.
Baca Juga:Pemkot Cirebon Terima Tiga Sertifikat Aset, Stadion Bima Siap Ditawarkan kepada InvestorHari Jadi Cirebon ke-599 Tahun 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Jalan Siliwangi
Sementara cakupan imunisasi lengkap bagi bayi di bawah dua tahun (baduta) mencapai 30,5 persen dari target 35 persen.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menegaskan, penanganan stunting merupakan investasi penting bagi masa depan generasi Kota Cirebon.
“Penanganan stunting yaitu menjadi prioritasnya dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, yaitu gerakan program nasionalnya adalah bagaimana tentang penanganan stunting untuk generasi yang akan datang sehingga bisa menjadi zero stunting,” tegasnya.
Ia menyampaikan, realisasi berbagai program penanganan stunting di lapangan hingga triwulan III 2026 diperkirakan telah mencapai sekitar 70 persen.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah stunting.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin serta pemantauan tumbuh kembang anak menjadi langkah penting yang harus dilakukan keluarga.
“Harapan kita ke depan ini stunting bisa dicegah,” kata Sutikno.
Baca Juga:Walikota Cirebon Tinjau Progres Penataan Sungai Sukalila, Target Rampung Akhir 2026Â Komisi I DPRD Kota Cirebon Tinjau Kesiapan Infrastruktur Digital DKIS Kota Cirebon
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membawa anak ke posyandu setiap bulan dan mendukung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang berlangsung pada Agustus 2026.
Pemkot Cirebon mengajak seluruh masyarakat, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga keluarga yang memiliki balita, untuk memanfaatkan layanan kesehatan di posyandu dan puskesmas.
Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk mengejar target prevalensi stunting 13,05 persen sekaligus mewujudkan generasi Cirebon yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas. (its/adv)
