Kronologi Kontraktor Hadang Walikota Cirebon, Herawan: Itu Tidak Disengaja

BUKA SUARA. Perwakilan kontraktor yang terimbas tunda bayar pekerjaan, Herawan Effendi membeberkan kronologi kontraktor hadang Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH saat menjadi narasumber podcast Rakyat Cirebon. FOTO: SUWANDI/RAKYAT CIREBON
BUKA SUARA. Perwakilan kontraktor yang terimbas tunda bayar pekerjaan, Herawan Effendi membeberkan kronologi kontraktor hadang Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH saat menjadi narasumber podcast Rakyat Cirebon. FOTO: SUWANDI/RAKYAT CIREBON

RAKCER.ID – Perwakilan kontraktor yang terimbas tunda bayar pekerjaan, Herawan Effendi kembali buka suara. Dia membeberkan kronologi kontraktor hadang Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH, sesaat sebelum Sidang Paripurna DPRD Kota Cirebon.
Dia menegaskan, peristiwa Senin 20 Februari 2023 pagi itu terjadi tanpa kehendak sengaja para kontraktor. Dia pun membantah bahwa para kontraktor sengaja menghadang walikota.
“Saat itu kami para kontraktor menunggu di ruang serbaguna DPRD. Tapi sebagian ada yang keluar ruangan untuk memantau situasi,” kata Effendi, Selasa 21 Februari 2023.
Karena agenda pagi itu adalah Rapat Paripurna DPRD, sejumlah pejabat dijadwalkan datang. Di antaranya Walikota Nashrudin Azis dan Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi. Kehadiran dua tokoh sentral dalam kasus tunda bayar itu memantik antusias para kontraktor.
“Saat peristiwa di depan gedung DPRD itu, sebetulnya saya berada 10 meter dari kerumunan Pak Walikota dan saya nggak tahu siapa yang mencegat. Tiba-tiba saya dipanggil Pak Sekda, masa saya nggak mau. Akhirnya saya menghampiri Pak Walikota dan Pak Sekda,” jelas Effendi.
Saat itulah, para kontraktor dikabarkan mencegat atau menghadang walikota dan sekda yang hendak masuk ruang Sidang Paripurna DPRD.
“Padahal yang terjadi nggak seperti itu. Kami datang ingin audiensi dengan pimpinan DPRD, Banggar, Walikota dan TPAD,” tambahnya.
Namun begitu, berkat kejadian yang viral itu, pihaknya mengaku lega lantaran dapat menyampaikan unek-unek terkait ketidakjelasan tunda bayar pekerjaan senilai Rp26,7 miliar.
Pasalnya, di momen itu, Walikota Cirebon, Nashrudin Azis menjamin pembayaran diselesaikan sampai Maret 2023.
“Kami tidak ada alasan untuk tidak percaya kepada Pak Walikota. Beliau bisa berkomitmen pembayaran Maret itu pasti ada pertimbangan,” jelasnya.
Effendi menjelaskan duduk perkara tunda bayar terjadi lantaran tahun anggaran telah terlewat, sementara anggaran Pemda Kota Cirebon tidak tersedia. Hal itu memicu keresahan para kontraktor yang telah merampungkan pekerjaannya.
Effendi berujar, para kontraktor hanya bisa menunggu sembari terus memantau perkembangan yang terjadi setelah statmen Walikota pembayaran selesai di Bulan Maret.
Dia berharap, eksekutif dan legislatif segera menemukan solusi terbaik bagi persoalan yang dialami para kontraktor tersebut. “Kami yakin Pak Walikota bisa menemukan solusi agar persoalan tunda bayar ini selesai,” pungkasnya. (*) 

Kirim Komentar